Catcalling Adalah Pelecehan, Begini Cara Melawannya

Datangi dan Nyatakan Tak Nyaman

Biasanya para pria yang melakukan catcalling adalah pengecut. Mereka hanya berani melakukannya ketika mereka beramai-ramai

PANGGILAN “cantik, ssstttt, manis” untuk wanita atau biasa disebut catcalling merupakan bentuk pelecehan seksual. Jika ini terus dibiarkan, bentuk pelecehan seksual ini bisa berkembang menjadi tindakan yang lebih buruk, mulai kekerasan seksual hingga pembunuhan.

pelecehan seksual
Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Mariana Amiruddin (Foto: metrojateng.com/Ade Lukmono)

 

Yang lebih parah, catcalling seperti ini sudah dianggap hal biasa, bahkan dijadikan candaan bagi para pria untuk menggoda wanita agar terlihat berani di mata teman-temannya. Padahal, hal tersebut memberikan dampak tekanan psikologi pada wanita yang menjadi sasaran catcalling.

Aliansi Laki-laki Baru, Nus Hasyim mengecam tindakan catcalling yang sering kali ditujukan kepada wanita. Hal ini bisa membuat wanita tersebut ketakutan hingga enggan melakukan kegiatan yang seharusnya bisa dia lakukan sendiri.

“Jangan sampai ada wanita yang dulunya sering menggunakan jalan untuk beribadah menjadi takut untuk lewat hingga dia tidak berani berangkat ke tempat ibadah. Ada pula yang mengambil jalan memutar yang sangat jauh demi menghindari bertemu dengan para laki-laki,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Mariana Amiruddin memiliki beberapa tips yang mungkin bisa digunakan para wanita untuk membuat pelaku catcalling jera.

“Biasanya para pria yang melakukan catcalling adalah pengecut. Mereka hanya berani melakukannya ketika mereka beramai-ramai,” tuturnya. Dia menyarankan agar wanita tersebut berani mendatangi pria yang memanggilnya kemudian berbicara mempertanyakan maksud pria tersebut secara spesifik.

“Manggil saya? Ngajak kenalan saya? Ngomong yang jelas biar saya jawabnya juga enak,” kata Mariana mencontohkan.

Cara lainnya adalah melakukan sesuatu yang membuat pria tersebut tidak nyaman, seperti batuk kemudian meludah. Hal itu dimaksudkan agar membuat imajinasi pria tentang wanita yang cantik dan sopan akan hilang dan mengurungkan niatnya lebih lanjut.

Hasyim menambahkan, pria-pria yang kerap kali melakukan catcalling merasa bahwa wanita suka diperlakukan demikian. Padahal hal tersebut adalah keliru. Tindakan seperti itu justru membuat wanita risih dan takut.

Oleh karena itu, pria harus disadarkan jika hal tersebut membuat wanita tidak nyaman. Salah satu cara memberi tahu adalah memberanikan diri untuk memberi pengertian bahwa wanita tersebut tidak suka diperlakukan demikian. (*)

Artikel ini telah dipublikasikan oleh metrojateng.com
You might also like

Comments are closed.