Cegah Ebola, Dinkes Gandeng Kantor Kesehatan Pelabuhan

image
Pengawasan penumpang kapal asing diperketat untuk mencegah masuknya virus Ebola. Foto Metrosemarang/MS-01

SEMARANG – Dinas Kesehatan Kota Semarang telah menggandeng Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk menangkal penyakit Ebola masuk di Kota Semarang. Kegiatan ini dilakukan karena dinas kesehatan tidak ingin kebobolan dalam menangkal penyakit mematikan itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono mengatakan pihaknya tidak ingin kebobolan dalam menangkal penyakit virus Ebola dari luar negeri yang bisa masuk ke kota ini melalui bandar udara dan pelabuhan.

‘’Saat ini kami menggandeng Kantor Kesehatan Pelabuhan yang membawahi gerbang Pelabuhan Tanjung Emas dan Bandara A Yani untuk mewaspadai penumpang dari luar negeri, khususnya yang masuk di Kota Semarang,’’ katanya Rabu (5/11/2014).

Dia mengungkapkan para penumpang dari bandara ataupun pelabuhan nantinya akan melewati alat berupa suhu detector untuk mengetahui suhu badannya. Dari alat ini nantinya tim kesehatan yang bertugas akan memantau, dan jika ditemukan penumpang yang mengalami demam akan diperiksa lebih lanjut.

Widoyono menjelaskan pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap jajaran kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas. Sementara bagi masyarakat dia mengaku belum melakukannya secara luas. Gejala yang dirasakan penderita Ebola secara umum, yakni panas tinggi dan ditandai dengan pendarahan mirip dengan gejala demam berdarah atau penyakit kencing tikus.

‘’Kami berharap agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya dan segera periksa ke Puskesmas jika mengalami panas tinggi yang tidak kunjung sembuh,’’ teganya. (MS-13)

You might also like

Comments are closed.