Cegah Korupsi, Bea Cukai Semarang Gelar Penandatanganan Anti Gratifikasi

Salah seorang perwakilan perusahaan menandatangani papan Deklarasi Pengendalian Gratifikasi, di KPPBC Tipe Madya Pabean Semarang, Kamis (14/1). Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Salah seorang perwakilan perusahaan menandatangani papan Deklarasi Pengendalian Gratifikasi, di KPPBC Tipe Madya Pabean Semarang, Kamis (14/1). Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

METROSEMARANG.COM – Kantor Bea Cukai Semarang menggelar sosialisasi dan penandatanganan komitmen pengendalian gratifikasi dengan ratusan perwakilan perusahaan di Kota Semarang, Kamis (14/1). Sebanyak 125 orang perwakilan dari 132 perusahaan turut serta dalam kegiatan yang digelar di aula KPPBC Tipe Madya Pabean Semarang Jalan Arteri Yos Sudarso tersebut.

Kepala Kantor Bea Cukai Semarang, Iman Prayitno mengatakan, penandatanganan tersebut merupakan bentuk komitmen Bea Cukai untuk ikut berperan serta memberantas praktik korupsi di Indonesia, khususnya di bidang ekonomi.

“Ini salah satu wujud komitmen kami di tahun 2016, yakni mengikis habis korupsi dengan menandatangani komitmen bersama para pelaku usaha,” kata Iman dalam sambutannya.

Menurut Iman, gratifikasi berbeda dengan suap. Menurutnya, suap memiliki maksud sebagai penghargaan, yang biasanya dilakukan pejabat negara. Untuk mengendalikan gratifikasi, kata dia, perlu adanya kerja sama antara Bea Cukai dan pengguna jasa layanan serta pengusaha barang kena cukai.

“Ini juga lanjutan penandatanganan komitmen pengendalian gratifikasi yang dilakukan secara internal pada16 Desember 2015 lalu dan diikuti para kepala seksi dan sub seksi,” imbuh Iman.

Kegiatan ini melibatkan 132 perusahaan yang  terbagi dalam 106 perusahaan tempat Penimbunan Barang Berikat (PBB) serta 26 perusahaan dengan Barang Kena Cukai (BKC). Para peserta juga membubuhkan tandatangan di atas papan komitmen sebagai simbol dimulainya proses ekonomi yang melibatkan Bea Cukai tanpa adanya gratifikasi. (yas)

 

You might also like

Comments are closed.