Cegah Korupsi, Masyarakat Diminta Aktif Awasi Program Pemerintah

METROSEMARANG.COM – Ditandatanganinya nota kesepahaman atau MoU Implementasi Sistem Integritas Lokal dengan Pattiro dan Transparansi Internasional Indonesia (TII), membuktikan komitmen kuat Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mempresentasikan sistem birokrasi yang ada di Pemerintah Kota Semarang dalam acara MoU dan Seminar di Hotel Daffam, Semarang, Kamis (16/3). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Penandatanganan itu telah dilakukan Pemkot bersama Pattiro dan TII di Hotel Daffam disaksikan oleh Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang, Kamis (16/3). Dalam penandatanganan ini juga dilakukan kegiatan seminar.

MoU yang disepakati di antaranya program Penguatan Sistem Pengendali Gratifikasi melalui Unit Pengendali Gratifikasi (UPG), Pengawasan kinerja birokrasi melalui e-kinerja, Sistem Perijinan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Semarang Pro Investasi, Keterbukaan informasi melalui Open Data, Penguatan pengawasan masyarakat melalui Lapor Hendi, dan Akuntabilitas publik dalam sektor Pengadaan Barang dan Jasa.

Direktur Pattiro Semarang, Widi Nugroho menyatakan birokrasi pemerintah biasanya merasa sudah melakukan pelayanan terbaik. Namun tidak melakukan kroscek ke masyarakat apakah memang benar. “Nah di sini Pattiro akan melakukan peran monitoring dan evaluasi capaian-capaian program dan melaporkannya kepada wali kota,” ujarnya.

Sementara Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang bertindak sebagai keynote speaker dalam seminar, berharap melalui penguatan pencegahan dan pemberantasan korupsi, tidak sekadar terlaksana MoU dan anggaran terserap. Tapi berdampak pada peningkatan pelayanan yang terbaik, dan masyarakat semakin aktif berpartisipasi melakukan pengawasan seluruh program yang belum, sedang, dan telah dilaksanakan pemkot.

Dia mengapresiasi penandatanganan MoU ini. Hal ini menunjukkan bahwa banyak pihak seperti KPK, Pattiro, dan TII yang siap menjadi bagian tim pencegahan dan pemberantasan korupsi di Kota Semarang.

“Mereka bisa memotret apa saja yang kurang terkait pelayanan publik, korupsi, kolusi dan gratifikasi agar menjadi masukan untuk kita,” katanya yang biasa disapa Hendi.

Ditegaskan, korupsi sudah menjadi musuh bersama yang juga harus ditangani secara bersama-sama seluruh komponen masyarakat. Baik dari birokrasi, sektor swasta, dan masyarakat secara umum. (duh)

You might also like

Comments are closed.