Cegah Lonjakan Harga, Pasar Murah Harus Sering Digelar

METROSEMARANG.COM – Pelayanan di lingkungan Pemerintah Kota Semarang kepada masyarakat harus tetap maksimal di bulan Ramadan. Selain itu potensi kemacetan arus mudik dan kenaikan harga barang kebutuhan pokok yang terlalu tinggi harus diantisipasi.

Rakor Ekuinda dan Rakor Camat/Lurah se-Kota Semarang di Balai Kota, Rabu (17/5). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Kurang lebih 10 hari lagi memasuki bulan Ramadan, di bulan Ramadan hal-hal yang terkait dengan pelayanan kepada masyarakat tetap harus dijalankan dengan baik dan prima. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya harus jadi evaluasi,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi usai memimpin Rakor Ekuinda dan Rakor Camat/Lurah se-Kota Semarang di Balai Kota, Rabu (17/5).

Selain pelayanan maksimal, wali kota mengatakan di bulan Ramadan pola konsumtif dari masyarakat pasti semakin besar. Karena itu perlu koordinasi antar pemangku kegiatan strategis untuk memastikan stok barang cukup, harga tidak naik terlalu tajam, dan barang-barang yang dijual di pasaran layak konsumsi. Itu semua harus dilakukan pengecekan di lapangan agar masyarakat tidak dirugikan.

Aksesibilitas terutama warga Semarang yang dari utara ke selatan atau dari barat ke timur juga jangan sampai ada titik kemacetan yang tidak bisa diurai. Harus dipastikan aksesnya tetap berjalan lancar. Apalagi di bulan Ramadan baik warga Semarang maupun dari luar kota pasti akan sering ke luar rumah. Baik untuk mencari lauk berbuka puasa atau sahur maupun untuk ngabuburit.

”Maka kami minta Dishub untuk memastikan rute traffic di seputar Kota Semarang ini bisa tetap berjalan lancar,” ujar wali kota yang biasa disapa Hendi.

Dinas Pekerjaan Umum pihaknya juga sudah memerintahkan untuk menambal jalan-jalan yang berlubang. Dan melakukan koordinasi dengan Satker Nasional Bina Marga untuk memastikan rute jalur mudik bisa bebas dari banjir dan rob, terutama di daerah Kaligawe Kecamatan Genuk.

”Ini bagian daripada rakor yang kami harapkan teman-teman bisa melakukan dengan sepenuh hati supaya Semarang siap menghadapi Ramadhan dan Lebaran,” ungkapnya.

Sementara untuk harga bahan pokok yang saat ini masih fluktuatif naik turun di pasaran, Hendi mengatakan akan koordinasi dengan Muspida seperti kepolisian supaya tidak ada penimbunan barang. ”Kalau itu bisa dilakukan, tidak ada warga atau pedagang di Semarang yang menimbun barang, itu sudah akan mengurangi harga supaya tidak melonjak terlalu tinggi,” terangnya.

Pihaknya juga akan meminta Dinas Perdagang supaya mengecek suplay barang dari luar ke Semarang agar bisa berjalan baik dan lancar. Hal itu juga pasti akan mengurangi kenaikan harga yang terlalu tajam.

Ia juga akan meminta kecamatan-kecamatan untuk bisa sering melakukan kegiatan pasar murah. Dengan melibatkan Bulog, Pertamina dan stakeholder lainnya yang mempunyai keinginan untuk melakukan CSR di pasar murah. ”Sesering mungkin, pasti para pedagang juga menjadi berpikir beberapa kali jika mau menaikkan harga barang dagangan mereka,” pungkasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.