Cegah Peredaran Obat Aborsi via Online, BPOM Semarang Gandeng Kemkominfo

Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

METROSEMARANG.COM – Plt Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Semarang, Edeltrudis Rukmini akan menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) untuk membantu memblokir situs-situs penjualan obat tanpa izin edar (TIE). Langkah ini dilakukan untuk membatasi peredaran obat aborsi yang marak dijual secara online.

“Badan POM sudah mengusulkan untuk memblokir situs-situs penjualan obat online yang marak di internet,” kata Rukmini, Jumat (12/2).

Menurutnya, kewenangan Badan POM hanya melakukan pengawasan terhadap produk-produk yang tak mempunyai izin edar. Sedangkan jual beli obat aborsi lewat internet, diperlukan bantuan pihak lain. “Itu kewenangan Kominfo,” tuturnya.

Peredaran obat-obat tanpa izin edar menurutnya sudah masuk dalam ranah hukum, sehingga penindakan bisa dilakukan oleh kepolisian.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyidikan Badan POM Agung Suprianto mengakui belum pernah menangani kasus jual beli obat aborsi. Meski demikian, pihaknya juga akan turut membantu menelusuri pusat penjualan yang semakin massif.

Praktik jual beli obat penggugur kandungan secara online terkuak setelah polisi menangkap sepasang kekasih yang diduga melakukan aborsi, Kamis (11/2). Pelaku mengaku obat yang digunakan untuk aborsi tersebut dibeli dari salah satu situs di internet. (din)

You might also like

Comments are closed.