Ceriping Gadung Khas Podorejo Jadi Cemilan Favorit di Ngaliyan

METROSEMARANG.COM – Desa Podorejo, Kecamatan Ngaliyan memiliki kuliner khas yang patut dicoba. Tanaman Gadung di sini diubah menjadi ceriping atau kerupuk yang lezat dan terkenal hingga Kendal.

Tim KKN Universitas PGRI Semarang menunjukkan proses pengeringan Gadung. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Warga Podorejo, Muanah mengatakan, hasil panen Gadung menjadi langganan untuk dikirimkan ke Pasar Kaliwungu, Kendal. Selain dalam bentuk olahan siap santap, Gadung juga dijual dalam kondisi mentah.

“Kalau sudah matang harganya Rp 60.000 per Kilogram tapi kalau masih mentah siap goreng dihargai Rp 40.000 per Kilogram,” katanya, Sabtu (24/2).

Masa panen Gadung adalah ketika musim kemarau tiba. Tanaman Gadung yang memiliki tinggi hampir satu meter siap diambil umbinya untuk diolah.

Cara pengolahannya pun tidak boleh sembarangan. Alih-alih ingin mendapatkan rasa nikmat Gadung, cara pengolahan yang tidak tepat malah akan mengakibatkan rasa pusing di kepala.

Muanah menjelaskan, pembuatan Gadung mulai awal hingga menjadi santapan ceriping butuh sekitar empat hari. Pertama, Gadung dikupas dan dipasak tipis dengan alat. Kemudian direndam dengan air garam hingga dua hari dua malam.

“Setelah itu, dimasukkan dalam karung untuk dicuci di sungai sampai benar-benar hilang getahnya. Proses ini bisa memakan waktu hingga setengah hari,” ujarnya.

Setelah itu, Gadung yang sudah bersih dikukus lalu dikeringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari. Jika akan diberi bumbu, Gadung tersebut direndam bersama bumbu selama semalam lalu dikeringkan lagi di bawah sinar matahari hingga kering. Setelah kering, Gadung siap untuk dijual atau digoreng.

Ketua RW 7 Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Suparman, mengatakan kebun warga yang ditanami Gadung bisa memanen satu hingga tiga ton tiap puncak musim panen. Kuliner olahan Gadung ini juga menjadi favorit juara pameran kuliner di tingkat Kecamatan. (ade)

You might also like

Comments are closed.