Cerita Bocah Pemberi Makan Biksu di Semarang

METROSEMARANG.COM – Kedua mata William menatap lekat-lekat pada sosok biksu yang berada di depannya. Ia lalu melirik teman-temannya yang riuh berlarian di halaman Vihara Tanah Putih Semarang pada Sabtu (14/5) pagi.

William melihat teman-temannya menguluran tangan untuk memasukan sesuatu di dalam mangkok yang dibawa sang biksu. Ia kemudian beranjak dari kursinya untuk menghampiri sang biksu.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Seneng banget. Tadi aku ngasih oles-oles terus roti brownies dan ada jeruk juga,” akunya usai memberikan beberapa bekalnya kepada sang biksu.

William merupakan salah satu bocah yang mengikuti prosesi persembahan makanan di Vihara Tanah Putih. Agar dapat ikut acara persembahan makanan yang ia sebut sebagai Pindapata itu, bocah yang duduk di bangku kelas 4 SD Tunas Harum Bangsa itu rela bangun sejak pukul 07.00 WIB. “Biar enggak telat datang ke sini,” katanya.

William senang datang bersama puluhan temannya ke vihara. Meski ia tak beragama Khonghucu, namun ia ingin mengenal kehidupan biksu sekaligus merasakan suasana di vihara. “Ini tadi ikut Pindapata. Pokoknya senenglah,” ujar William.

Onny Rakhmawati, Kepala Sekolah SD Tunas Harum Bangsa pun semringah melihat siswanya riang di dalam vihara.

Biar anak-anak kenal sama biksu di sini,” terangnya seraya menambahkan bahwa, ia baru pertama kali membawa 30 siswanya ke vihara agar mengenal seluk beluk agama Buddha.

Selain pengenalan, anak juga diajarkan untuk menunjung tinggi toleransi terhadap sesama sekaligus mendalami kehidupan biksu yang tidak bekerja sehingga membutuhkan bantuan makanan.

Rupanya tak hanya anak beragama Buddha saja. Siswa dari keempat agama lain seperti Islam, Kristen, Katolik dan Hindu juga diberi kesempatan sama saat ada hari besar agama masing-masing.

“Kalau yang muslim, tiap menjelang Idul Fitri kami datang ke Pondok Pesantren memberi sedekah. Nanti kalau Natal, yang Katolik pergi ke panti jompo. Kalau waktu mau Nyepi, yang Hindu kami ajak ke Pura,” papar Onny.

Dengan mendatangi satu persatu tempat ibadah agama lain, ia ingin siswanya mempererat rasa persatuan dan kesatuan dalam umat beragama. (far)

You might also like

Comments are closed.