Cerita TKW Ditahan di Malaka, Tidur Beralas Papan hingga Ditampar dan Ditendang

METROSEMARANG.COM – Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kebumen kedapatan dipukuli oleh petugas keamanan tatlala mendekam di tahanan Imigrasi Malaka, Negara Bagian Johor Baru, Malaysia.

Kondisi 73 TKI asal Jateng setibanya di Semarang naik pesawat Lion Air. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Khusnul Khotimah, nama TKW tersebut mengaku diperlakukan tidak manusiawi oleh petugas imigrasi.

Bahkan, ia melanjutkan, perlakuan petugas sangat kasar dan semena-mena terhadap TKI yang ditahan di Imigrasi.

“Kalau sakit susah minta obat. Masih lagi kalau bikin kesalahan pasti ditampar dan ditendang. Handphone kita pun disita. Tidak bisa komunikasi,” ungkap perempuan berusia 21 tahun itu, tatkala ditemui di kantor BP3TKI Jawa Tengah, Pudakpayung, Semarang, Sabtu (31/3).

Menurutnya rekan-rekan senasibnya yang ditahan di Imigrasi Malaka mendapat jatah makan empat kali sehari. Walau begitu, diakuinya pula bahwa alas tidurnya di sel penjara hanya selembar kayu.

Namun, ia masih bisa bernapas lega akhirnya bisa balik ke Tanah Air setelah dua bulan ditahan Imigrasi Malaka. “Perasaan seneng bersyukur masih ada kesempatan  pulang dan hidup dan masih ada gaji pokok yang dibayarkan,” katanya.

Ia mengisahkan kronologi penangkapannya oleh petugas saat berada di Malaka. Saat itu, katanya, pihak imigrasi Malaka meringkusnya saat sedang bekerja di kilang minyak setempat.

Semula, ia masih tenang karena surat-surat lengkap, dan paspor selalu dibawa. Tapi yang janggal adalah pada surat kerja dituliskan posisi bekerja di Selangor, namun penempatan berada di Malaka.

“Tapi kok tiba-tiba waktu pergantian shift, imigrasi sudah didepan pintu, ditangkap lah kita masih bersragam. Enggak bisa bawa apa-apa lagi. Barang pribadi di mess tidak tau. Kalau rejeki pasti kembali,” akunya.

Menurut penuturan, Laras Dwi Rahayu, TKI lainnya asal Purworejo, perusahaannya masih mau bertanggung jawab membayar gajinya. Januari ada 1.000 ringgit sudah dikirim ke orang tuanya. Kemudian Februari-Maret 2.000 ringgit sudah dibayarkan gajinya. (far)

You might also like

Comments are closed.