Cika Senang Bisa Kumpulkan Duit dari Kupat Jembut

Warga Pedurungan Tengah berebut kupat jembut yang di dalamnya berisi sayuran dan uang, Jumat (24/7). Foto: metrosemarang.com/indra prabawa
Warga Pedurungan Tengah berebut kupat jembut yang di dalamnya berisi sayuran dan uang, Jumat (24/7). Foto: metrosemarang.com/indra prabawa

SEMARANG – Tradisi Syawalan dengan membagikan kupat jembut di Pedurungan Tengah menjadi saat yang sudah dinantikan oleh anak-anak. Mereka sangat antusias berebut ketupat berisi sayuran yang di dalamnya juga disisipi lembaran uang.

Ratusan warga Kampung Jateng, Tlogomulyo, Pedurungan Tengah sejak subuh sudah memadati pinggir  jalan untuk mengikuti Syawalan dengan bagi-bagi ketupat dan uang, Jumat (24/7). Warga membagikan ketupat yang berisi tauge dan beberapa jenis sayuran lainnya serta uang kepada anak-anak.

Tradisi Syawalan tersebut dilakukan rutin dan turun temurun yang bertujuan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri serta puasa Syawal selama enam hari. Akadin, salah seorang warga yang ikut membagikan uang menjelaskan, untuk saat ini pembagian ketupat yang berisi uang sudah jarang ditemui.

“Kebanyakan warga membagikan selongsong ketupat yang hanya diisi uang ataupun langsung membagi uang ke anak-anak. Untuk Syawalan ini, rata-rata mengeluarkan pecahan Rp 2.000 dengan jumlah 100 ribu untuk dibagikan,” katanya.

Kegiatan ini tentu saja menjadi berkah bagi anak-anak setempat. Bahkan, warga dari kampung lain juga ikut nimbrung untuk berebut kupat jembut. “Asyik bisa ikut berebut ketupat. Hari ini saya dapat uang Rp 40 ribu,” tutur Cika (14) warga setempat. (CR-01)

You might also like

Comments are closed.