CO-Founder Go-Jek Ajak Mahasiswa Optimalkan TI Kembangkan Wirausaha

CO-Founder of Go-Jek, Dayu Dara Permata (25) saat seminar nasional "Business Trough Ages" Diponegoro Entrepreneur Festival 2015 di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Sabtu (14/11). Foto: metrosemarang.com/abdul arif
CO-Founder of Go-Jek, Dayu Dara Permata (25) saat seminar nasional “Business Trough Ages” Diponegoro Entrepreneur Festival 2015 di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Sabtu (14/11). Foto: metrosemarang.com/abdul arif

 

METROSEMARANG.COM – Saat ini, internet adalah media yang diakses oleh semua orang. Era digital membuat pertukaran informasi menjadi semakin cepat dan menyeluruh. Demikian CO-Founder of Go-Jek, Dayu Dara Permata (25) memulai pemaparannya saat seminar nasional “Business Trough Ages” Diponegoro Entrepreneur Festival 2015 di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Sabtu (14/11).

Di hadapan sejumlah mahasiswa, Dara berbagi cerita sukses dalam mengelola Go-Jek yang booming belakangan ini. Bisnis Go-Jek diawali pada 2011 oleh Nadiem Makarim.

Menurut Dara, ide awalnya sederhana. Nadiem saat itu hanya ingin memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Dia belum punya surat izin mengemudi (SIM). Untuk berangkat kerja dia tak mau naik mobil karena tak ingin buang waktu.

“Kemana-mana naik ojek. Permasalahan utama tukang ojek itu selalu mangkal, tapi mangkalnya di mana,” ujarnya.

Nadiem juga menemukan pendapatan tukang ojek cukup rendah. Tukang ojek yang sering jadi langganannya tak punya pendapatan menentu. Ada satu saja sudah bersyukur. Di situlah muncul ide membuka usaha Go-Jek.

Bisnis Go-Jek didesain memanfaatkan teknologi informasi yang berkembang. Orang yang butuh diantar takperlu ke pangkalan. Namun cukup mengklik aplikasi Go-Jek. “TI bisa jadi lompatan bagi perkembangan bisnis Go-Jek,” kata Dara.

Go-Jek meluncurkan aplikasinya pada Januari 2015. Hingga kini telah memiliki pengguna lebih kurang 7 juta. Dan memiliki sebanyak 200 ribu lebih pengendara tersebar di 14 kota besar di Indonesia.

Dara sendiri sebelumnya bekerja sebagai konsultan selama empat tahunan. Dia bekerja di perusahaan yang sama ditempati oleh Nadiem.

“Nadim ngajak saya bergabung. Dia bilang, kasihan Indonesia kalau orang seperti lo mencari pekerjaan. Seharusnya orang-orang seperti lo menciptakan pekerjaan,” katanya.

Sejak itu Dara berubah pikiran. Dia lalu bergabung mengembangkan Go-Jek. Dia mengajak mahasiswa agar memulai berwirausaha dengan mengoptimalkan yang sudah ada. Terutama teknologi informasi.

“Kalian tak akan jadi pemenang kalau masih mengabaikan TI. TI membantu meningkatkan daya saing kewirausahaan,” katanya. (arf)

 

 

You might also like

Comments are closed.