Coba-coba Pemain Asing, PSIS Gagal Tandingi Singo Edan

METROSEMARANG.COM – Lima pemain asing PSIS yang diboyong ke Magelang ternyata masih belum cukup untik menandingi keperkasaan Arema FC. Faktor chemistry jadi salah satu penyebab melempemnya permainan pasukan Mahesa Jenar.

Pavel Purishkin, salah satu dari lima pemain asing baru yang dimainkan PSIS lawan Arema FC

PSIS kembali bertemu Arema FC dalam laga ujicoba di Stadion Moch Soebroto Magelang, Minggu (7/1). Pada pertemuan pertama di Stadion Gajayana Malang, Kamis (4/1), skuad racikan Subangkit kalah dengan skor 3-5, meski sempat memimpin dua gol di awal pertandingan.

Kali ini Subangkit merombak komposisi starting XI untuk memberi kesempatan pemain-pemain yang masih menjalani trial. Hanya Frendi Saputra, Bayu Nugroho, Hapidin, Akbar Riansyah dan Rio Saputro yang dipertahankan.

Empat legiun asing, Petar Planic, Samuel Nainggolan, Kim Dong-hyeon dan Leandro Oliviera da Luz turun sejak menit pertama. Begitu juga dengan eks kiper Semen Padang, M Ridwan. Sedangkan Melcior Majefat untuk kali pertama dimainkan setelah kembali bergabung ke dalam tim.

Namun, komposisi coba-coba itu tak berjalan sesuai ekspektasi. Kim Dong-hyeon dan Samuel yang diplot sebagai dua gelandang jangkar, gagal mengimbangi lini sentral Singo Edan yang diisi Hendro Siswanto, Hanif Sahbandi dan Ahmed Atayew.

Permainan PSIS justru lebih menggigit ketika Samuel diganti legiun asing lainnya, Ibrahim Conteh di pertengahan babak pertama. Peran Leandro di lini serang juga belum maksimal. Pemain Brazil berusia 34 itu hanya dua kali memberi ancaman le gawang Arema selama 45 menit di dalam lapangan.

Pavel Purishkin yang menggantikan Leandro justru terlihat lebih menjanjikan. Namun eks striker PSM Makassar itu juga belum mampu melepaskan shot on target.

Subangkit pun mengakui jika permainan PSIS mengalami penurunan dibanding pertemuan pertama. “Arema tampil lebih rapi. Kami memang memberi kesempatan pemain-pemain yang masih menjalani trial dan mereka belum menemukan chemistry dengan pemain lama,” kata dia.

Menurutnya, ujicoba lawan Arema sangat bagus untuk mengukur kekuatan timnya. “Level kompetisi akan meningkat dan Arema memberi pengalaman berharga, terutama soal role play. Mereka di Malang pakai 4-2-3-1 dan hari ini pakai 3-5-2, hasilnya juga cukup bagus,” beber pelatih asal Pasuruan itu.

Sementara pelatih Arema FC, Joko Susilo memuji daya juang anak asuhnya yang tetap tampil maksimal meski dalam kondisi kecapekan. “Kami menempuh perjalanan panjang dari Malang ke Jogja dan ke Magelang. Tapi anak-anak tetap bisa bermain maksimal,” tukasnya.

Dia juga memuji tim lawan yang disebutnya punya prospek bagus. “PSIS memiliki prospek bagus dan terbukti mereka bisa cetak dua gol lebih dulu saat main di Malang. Mereka saat ini masih mencari bentuk permainan terbaik,” lata Gethuk, sapaan akrabnya.

Selanjutnya, PSIS akan menjalani laga ujicoba melawan tuan rumah Bali United pada Rabu (10/1). Setelah itu, Haudi Abdillah dkk akan bertarung di turnamen Piala Presiden. (twy)

You might also like

Comments are closed.