Congrock 17 bakal Kolaborasi bareng Tiga Musisi Jazz Papan Atas

METROSEMARANG.COM – Banyak jalan menuju Roma, banyak jalan memopulerkan musik jazz dan keroncong. Kedua genre musik ini hidup dan menghidupi masyarakat. Musik jazz memiliki penggemar, keroncong pun memiliki penggemar. Nah, bagaimana jika dua musik ini berkolaborasi dalam satu panggung.

Congrock 17 akan berkolaborasi dengan musisi jazz papan atas. Foto: istimewa

Inilah yang melandasi musisi jazz kondang seperti Fariz Roestam Moenaf, Mus Mujiono, dan Rieka Roeslan berkolaborasi dalam satu panggung dengan Congrock 17. Para musisi ini akan tampil dalam konser bertajuk “Romantic Semarang”, yang akan digelar di Patra Hotel & Convention Semarang, Jumat (19/1) malam, mulai pukul 19.00 WIB.

Menurut Marco Manardi, dedengkot Congrock 17, sekaligus penyelenggara, konser kolaborasi jazz dan keroncong ini adalah pertunjukan kolaborasi untuk menjaring dan menambah minat penggemar musik jazz dan keroncong, di Kota Semarang dan Jawa Tengah.

“Sebenarnya, mengawinkan kedua genre musik ini pernah kami lakukan. Namun kali ini terasa spesial karena kami mengundang juga penyanyi jazz wanita yang juga sudah dikenal di jagat musik jazz Tanah Air, yakni Rieka Roslan, vokalis grup musik The Groove. Pertunjukan ini juga sekaligus merespons permintaan masyarakat yang menginginkan konser kolaborasi ini digelar kembali,” dalam keterangan tertulis, Kamis (18/1).

Ia mengatakan, tiga musisi jazz kenamaan, yakni Fariz Rustam Moenaf, MusMujiono, dan Rieka Roeslan menjadi garansi atas pementasan musik jazz yang eksotis, indah, dan asyik didengar. “Ketiga musisi ini telah malang melintang di dunia musik jazz Tanah Air. Selalu menjadi magnet bagi para penggemarnya kala pentas di mana pun,” ujar Marco.

Marco menambahkan, selain tiga musisi jazz kenamaan tersebut, juga akan tampil musisi muda, Vegry Harindah Husain, yang dikenal sebagai pianis jazz andal, serta kelompok musik jazz berbakat asal Semarang Eighteen Project.

Congrock 17 sendiri adalah satu kelompok musik keroncong yang berdiri pada 1983 di Kota Semarang. Congrock 17 hadir dan lahir di saat musik keroncong di negeri ini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Mereka hadir dan berkolaborasi dengan musisi lain agar musik keroncong dapat terus berkumandang dengan gembira di negerinya sendiri, serta mampu berdiri setara dengan berbagai genre musik lainnya.

Congrock 17 adalah bentuk gerak yang dilahirkan pendirinya untuk “melabrak” pakem konvensional dalam musik keroncong. Kreativitas dan berbagai inovasi dilakukan Congrock 17 agar musik keroncong dapat kembali diterima masyarakat. (*)

You might also like

Comments are closed.