Covid-19 Melandai, Bisnis Properti di Semarang Bergairah

Ketua Panita Properti Expo Dibya K Hidayat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (20/2)

SEMARANG, METROSEMARANG.COM Melandainya kasus Covid-19 di Kota Semarang setelah sempat berada di level 4 membuat sektor properti mulai bergairah.

Hal itu setidaknya terlihat pada property expo yang digelar sejak 8 September hingga 19 September lalu. Pada pameran tersebut setidaknya terjual sebanyak 25 unit rumah dengan nilai mencapai Rp38 Miliar.

Ketua panitia property Expo Semarang Dibya K Hidayat mengatakan, setelah kondisi Covid-19 mulai melandai dan berada di level 2, kondisi bisnis properti berangsur-angsur membaik.

“Pada saat PPKM Level 1 memang berhenti, karena aktivitas masyarakat dibatasi,” katanya, saat penutupan Properti Expo di Semarang, Senin (20/9).

Menurut dia, saat ini daya beli perumahan masih didominasi kalangan menengah ke atas dengan harga rumah rata-rata diatas Rp 1 miliar. Namun demikian bukan berarti, untuk sekmen menengah ke bawah tidak ada pergerakan.

“Sekmen menengah tetap jalan tapi memang tidak sebesar sekmen menengah ke atas, karena memang saat ini yang masih memiliki daya beli adalah mereka,” ujarnya.

Dia mengatakan, adanya peningkatan penjualan ini karena adanya pembelian yang tertunda akibat PPKM dan baru melakukan pembelian sekarang.

“Selain itu, kita pameran kan berhenti dua kali sehingga menumpuk pada pameran kali ini,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi ini juga tidak lepas dari adanya insentif PPN 10%. Menurutnya adanya insentif sangat membantu konsumen karena mendapatkan potongan cukup besar.

Bahkan, dia mengaku dengan adanya insentif PPN tidak sedikit pengembang perumahan terjadi peningkatan penjualan.

Disisi lain, Dibya mengaku dengan waktu tiga bulan terakhir di tahun 2021 ini pihaknya cukup optimis pasar property akan terus bergerak naik.

Untuk itu dirinya berharap, tidak ada gejolak atau peningkatan penyebaran kasus Covid-19.

Harmawan Mardiyanto Wakil Ketua Bidang Diklat DPD Rei Jateng menambahkan, adanya insentif PPN sangat dirasakan oleh para pengembang.

“Adanya insentif sangat membantu buat para pembeli perumahan karena memang potongannya cukup besar. Untuk itu banyak pembeli yang melakukan pembelian di tahun ini,” tambahnya.

Pengembang perumahan Ayodya ini mengaku, selama pemberlakuan insentif PPN, sangat dirasakan adanya peningkatan penjualan. Ia mengaku, di perumahan yang dikelolanya, setidaknya terjual 60 unit selama pemberlakuan insentif PPN. (dik)

You might also like

Comments are closed.