Coworking Space, untuk Kerja Lebih Bebas

Berbisnis dan Berjejaring

Di ruang kerja bersama ini datang tidak musti berpakaian formal, yang penting kerjaan selesai, klien senang.

Ruang kerja bersama di Impala Space Semarang (Foto: metrosemarang.com/Ade Lukmono)

ISTILAH Coworking Space mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang Semarang. Betapa tidak, di Kota Lunpia ini baru ‘dijajah’ coworking space sejak 2016 silam. Namun, apakah kita sudah mengenal fungsi dan apa saja di dalam sebuah coworking space?

Mengutip dari laman impala.space, Coworking Space merupakan singkat kata dari collaborative working space, sebuah ruang kerja bersama yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja dengan sistem membership harian, mingguan, bulanan hingga tahunan.

Pengguna Coworking Space biasanya berprofesi sebagai freelancer, entrepreneur dan orang-orang yang sedang mengembangkan startup business. Tidak jarang juga dimanfaatkan para pelajar dan mahasiswa yang sedang menjalankan suatu project.

Bandleader Impala Space, Gatot Hendraputra mengatakan, di Kota Semarang permintaan adanya coworking space sebenarnya cukup banyak. Terlebih lagi, banyak anak muda Semarang yang saat ini bergerak di bidang industri kreatif.

Suasana kerja di Impala Space Semarang (Foto: metrosemarang.com/Ade Lukmono)

“Kebanyakan para pekerja kreatif atau para freelancer membutuhkan tempat bekerja yang kasual, bisa mengenakan kaus, celana pendek yang santai. Selain itu, suasananya lebih nyaman digunakan bekerja dibanding ruang kerja di rumah dan tidak seformal suasana kantor pada umumnya,” katanya.

Di coworking space mereka bisa bekerja dengan fasilitas yang disediakan, seperti meja, koneksi internet cepat dan makanan ringan. Produktivitas kerja diharapkan meningkat seiring ruang kerja yang kondusif.

Salah satu ruang kerja yang ada di Impala Space (Foto: metrosemarang.com/ Ade Lukmono)

Gatot menambahkan, hal yang membuat coworking space dibutuhkan para pekerja kreatif adalah karena kebutuhan jejaring bagi para pekerja. Mereka bisa berkolaborasi karena para pekerja yang menggunakan coworking space nemiliki karakter yang sama, yaitu industri kreatif.

Dia menyebutkan, rata-rata member yang bergabung di Impala Space adalah usia produktif yang sudah lulus kuliah dan bekerja di industri kreatif. Namun ada juga para mahasiswa yang memanfaatkan ruang ini untuk mengerjakan tugas.

“Visi Impala Space tidak hanya menjadi coworking space saja. Namun juga menjadi ruang alternatif bagi publik yang ingin mengembangkan potensi yang dimilikinya di bidang industri kreatif. Oleh karena itu, kami memiliki program dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, seperti dengan Google yang membangun Gapura Digital. Menurut saya ilmunya sangat aplikatif, terutama bagi UKM,” ungkapnya.

Selama ini di Impala Space, Gapura Digital membantu para UKM yang belum menjangkau ranah digital untuk dapat berkembang di dunia digital, misalnya cara masuk ke online shop, memotret produk hingga dapat tampil lebih menarik dan lain-lain.

Di Impala Space, sudah menjadi kawah candradimuka bagi para pengembang bisnis Startup digital, seperti Tumbas.in, LindungiHutan, Monica.id dan masih banyak lagi. Dengan adanya dorongan dari pemerintah untuk mewujudkan 1.000 startup digital, para pebisnis dunia kreatif digital diharapkan bisa memanfaatkan coworking space untuk mengembangkan bisnisnya sekaligus membangun jejaring.

Para pengembang bisnis saat melakukan diskusi (Foto: metrosemarang.com/Ade Lukmono)

Sejarah konsep coworking space sebenarnya muncul di Amerika. Pada mulanya para pekerja tidak memiliki gedung dan kemudian berkumpul di suatu tempat dan bekerja bersama. Mulai saat itulah, para pekerja kreatif lain juga mengikuti mereka untuk membuat ruang komunal yang produktif.

Barulah pada 2010, konsep coworking space muncul di Indonesia. Saat itu ruang-ruang komunal di Indonesia belum digunakan untuk kegiatan produktif. “Sebagian besar digunakan untuk rekreasi atau bersosialisasi saja, seperti taman, Poskamling dan lainnya. Oleh karena itu, coworking space hadir menawarkan suasana kerja yang produktif,” tambah Gatot. (Ade Lukmono)

Leave A Reply