Crowne Plaza Diteror Bom, Gegana Dikerahkan

METROSEMARANG.COM – Pengunjung Crowne Plaza Hotel Semarang digegerkan dengan adanya barang mencurigakan berupa tas ransel yang diletakkan di loby, Rabu (28/2). Sebelumnya, pihak Crowne juga mendapatkan teror dari orang tak dikenal melalui telepon sekira pukul 08.25.

Tim Gegana Brimob Polda Jateng berusaha mengamankan tas mencurigakan yang diduga berisi bom di Crowne Plaza Hotel, Rabu (28/2). Foto: metrosemarang.com/efendi

Menanggapi hal tersebut, pihak hotel segera melaporkan ke Polrestabes Semarang yang dilanjutkan ke Tim Gegana Sat Brimob Polda Jateng. Sekitar 15 menit kemudian, Tim Gegana tiba dan langsung melakukan penyisiran di hotel bintang empat itu.

Dengan peralatan lengkap serta pakaian pelindung, satu personel Gegana mendekati barang yang terletak di dekat kursi loby. Selain itu, beberapa petugas lain serta dua ekor anjing pelacak menyisir beberapa ruangan lain hotel tersebut untuk mengantisipasi adanya barang mencurigakan lain.

Satu jam kemudian tas ransel tersebut berhasil dipindahkan ke dalam tong pengaman berwarna oranye milik tim Gegana atau yang disebut Bom Basket dan kemudian diledakkan. Ledakan tersebut sempat membuat kaget beberapa orang di sekitar lokasi. Bunyi sirine mobil juga terdengar merespon suara ledakan bom di dalam tas ransel tersebut.

“Ini simulasi kami lakukan tanpa sepengetahuan semua tim, hanya beberapa tim senior saja yang tahu kalau ini simulasi,” ujar Komandan Jibom Gegana Sat Brimob Polda Jateng, Kompol Madqudori usai melakukan simulasi.

Qudori juga mengatakan, para pegawai Crowne Plaza Hotel tidak diberitahu sebelumnya bahwa kegiatan ini merupakan simulasi. Ia hanya berkoordinasi dengan para petinggi hotel di Jalan Pemuda tersebut.

“Pegawai sini pun tidak semua dikasih tahu, hanya para petinggi saja. Ini merupakan kegiatan untuk melatih kesiapan dan kesigapan petugas kami maupun pegawai Hotel,” imbuh Qudori.

Sementara, Safety and Risk Manager Crowne Plaza Hotel, Sunarto mengatakan kegiatan ini juga untuk meningkatkan kesigapan para pegawai keamanan khususnya.

“Ini juga untuk melatih para security khususnya untuk segera menindaklanjuti ketika ada hal-hal yang mengancam di hotel kami. Jadi apa yang harus mereka lakukan ketika ada ancaman mereka tahu kemana selanjutnya,” tukas Sunarto. (fen)

You might also like

Comments are closed.