Cuaca Ekstrem, Nelayan Tambaklorok Gagal Melaut

METROSEMARANG.COM –  Anomali cuaca yang terjadi di sepanjang pantai utara Jawa (Pantura) membuat nelayan yang tinggal di Tambaklorok Semarang gagal melaut. Mereka menyebut hasil tangkapan saat ini juga terus merosot.

Ilustrasi  Foto: metrosemarang.com/dok
Ilustrasi
Foto: metrosemarang.com/dok

Dul Ghofur adalah salah satunya. Ia bilang hasil tangkapan ikan kini hanya 5 kilogram sehari. Dengan hasil segitu, ia mengaku hanya mampu membawa pulang uang relatif sedikit dibanding bulan lalu.

“Sekarang cuma dapat 5 kilogram sehari. Tapi untungnya, harga rajungan naik dari Rp 15 ribu jadi Rp 20 ribu. Jadi masih bisa membantu pendapatan kami,” katanya, Kamis (26/5).

Ia kini mengaku kerepotan jika melaut di perairan Jawa. Sebab, cuaca semakin tak menentu.

Ia menduga, angin kencang yang datang dari Australia kerap membuyat kapal nelayan terhempas di laut lepas.

“Sulit Mas. Cuacanya ndak tentu. Kadang angin kenceng, kadang enggak. Jadi kalau mau melaut, ombaknya besar, kami enggak berani,” kata dia saat

Saat ini, ia memilih membetulkan kapal atau memperbaiki jaring di rumah sembari menunggu cuaca mereda. (far)

You might also like

Comments are closed.