Cuaca Ekstrem, Petani Gunungpati Rugi Ratusan Juta

METROSEMARANG.COM – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Semarang sejak empat bulan terakhir membuat sejumlah petani yang tersebar di sentra penghasil buah-buahan Kecamatan Gunungpati, Semarang menanggung kerugian besar. Pasalnya, hujan lebat yang mengguyur ladang mereka mengakibatkan banyak pohon yang gagal panen.

Petani buah di Gunungpati merugi akibat cuaca ekstrem. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Sejauh ini (cuaca buruk) sangat mempengaruhi hasil panen petani setempat. Karena banyak bunga jatuh dan rontok. Hampir semua kena dampaknya, ada yang gagal panennya sangat parah, tapi ada pula yang hanya kena imbasnya sedikit,” ujar Suti Rahayu Kasi Pasca Panen dan Pemasaran Dispertan Kota Semarang, kepada metrosemarang.com, Selasa (14/3).

Ia memperkirakan kerugian yang dialami petani buah lokal mencapai ratusan juta. Untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar, ia menambahkan, petani-petani Gunungpati beralih membuat makanan olahan dari bahan baku buah-buahan.

“Yang gagal panen lalu coba-coba bikin makanan olahan. Dan hasilnya bisa menutupi kerugian yang dialami di kebun buahnya. Ini cara mereka biar usahanya tetap stabil,” paparnya.

Ia mengaku ada 10 kelompok tani yang tersebar di Gunungpati. Tiap tahun mereka biasanya rutin memanen ragam buah-buahan macam sirkaya, jambu kristal, durian montong, kelengkeng dan sebagian lagi memetik hasilnya dari budidaya anggrek.

Agar mereka dapat dikenal luas, dirinya baru saja mengajak para petani untuk ikut pameran pertanian dan UMKM di salah satu pusat perbelanjaan umum. Mereka bergabung dengan pelaku usaha mikro lainnya untuk memperkenalkan keunggulan hasil panennya.

Ia ingin ke depan menggencarkan kegiatan dengan para petani agar mereka tak kalah saing saat merambah ke pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Ia berharap petani mampu unjuk gigi dengan mengekspor hasil buminya ke mancanegara. (far)

You might also like

Comments are closed.