Curah Hujan Meningkat, BPBD Ingatkan Warga Semarang Waspada Ancaman Banjir dan Tanah Longsor

METROSEMARANG.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menyatakan banyak kejadian banjir dan tanah longsor akibat hujan deras yang mengguyur Kota Semarang pada Senin (5/2) kemarin.

Banjir masih menggenangi terowongan Tol Kaligawe, Selasa (6/2) pagi. BPBD mengingatkan agar warga waspada ancaman banjir dan tanah longsor saat curah hujan meningkat. Foto: Instagram @metrosemarang/hendry widodo

Tercatat kejadian banjir di antaranya di wilayah Trimulyo, Muktiharjo Lor, Mangkang Kulon, Mangunharjo dan Mangkang Wetan. Yang paling parah adalah banjir yang terjadi di Kelurahan Mangkang Kulon Kecamatan Tugu akibat luapan air dari Sungai Bringin.

‘’Volume hujan cukup besar sehingga intensitas air di Kali Plumbon dan Bringin cukup tinggi dan meluap. Kali Silandak yang biasanya tidak meluap sore kemarin juga meluap, ada tanggul yang jebol,’’ kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Semarang, Ragil Widodo, Selasa (6/2).

Untuk di wilayah Semarang bagian utara meski tidak terjadi banjir tapi juga terjadi rob. Dia menyebutkan seperti terjadi di Trimulyo, Terboyo Kulon, Terboyo Wetan, Muktiharjo Lor, Tambakrejo. Serta yang memang rutin terjadi rob yaitu di wilayah Tanjungmas dan Kemijen.

Sedangkan kejadian tanah longsor terjadi di wilayah Kalibanteng Kidul, Lempongsari, dan Jomblang. Daerah-daerah tersebut merupakan perbukitan yang memang rawan terjadi longsor baik ada hujan maupun tidak, sehingga warga diminta harus selalu waspada.

Ragil Widodo mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir dan tanah longsor tersebut. Tapi kerugian materi ditaksir cukup besar karena ada rumah warga yang tertimpa longsoran.

‘’Kami sudah langsung mengirimkan bantuan logistik dan terpal kepada para korban banjir maupun tanah longsor. Jika diperlukan bantuan akan terus kami berikan,’’ tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.