Curah Hujan Menurun, Wilayah Jateng Masuk Musim Kemarau

METROSEMARANG.COM – Sejumlah daerah di Jawa Tengah mulai memasuki musim kemarau hingga rentang waktu tiga bulan ke depan seiring adanya penurunan intensitas curah hujan hingga 80 persen dibanding kondisi normal.

Ilustrasi dropping air bersih. Warga diimbau menyiapkan cadangan air bersih saat masuk musim kemarau. Foto: metrosemarang.com/dok

Tuban Wiyoso, Kepala BMKG Klas I Semarang mengatakan musim kemarau pada bulan ini ditandai dengan turunnya intensitas curah hujan per jam yang hanya kisaran 50 milimeter.

“Potensi terjadinya kemarau kami perkirakan sampai bulan September mendatang. Sehingga kami mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai munculnya kebakaran di lahan-lahan yang kering. Sebab, suhu udara sekarang naik jadi 29-34 derajat celcius,” kata Tuban saat dikontak metrosemarang.com, Senin (10/7).

Lebih jauh lagi, ia menyampaikan kebakaran lahan biasanya dipicu naiknya kelembapan udara ditambah lagi adanya kenaikan suhu udara di beberapa wilayah.

Ia menyebut perubahan cuaca dari penghujan menuju kemarau terjadi merata di semua kabupaten/kota. Bahkan, lanjutnya, di daerah pegunungan tengah macam Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga dan Temanggung serta beberapa wilayah Pantura timur terlebih dulu dilanda kemarau.

Ia pun menyarankan supaya warga memperbanyak persediaan air bersih guna mencegah bencana kekeringan panjang. Apalagi di Jateng terdapat daerah endemik kekeringan. Mulai dari Kendal, Wonogiri, Purbalingga, Kebumen, Banyumas dan Cilacap. (far)

You might also like

Comments are closed.