Curah Hujan Tinggi Telan 33 Korban Jiwa di Jateng

METROSEMARANG.COM – Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor SAR Semarang menyatakan curah hujan yang tinggi selama tiga bulan terakhir mengakibatkan 33 orang meninggal dunia. Korban tewas karena tenggelam saat beraktivitas di arus sungai yang deras.

“Jadi dari total kejadian 28 kali, kita temukan 33 orang meninggal dunia,” ungkap Agus Haryono, Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Selasa (8/3).

Menurutnya, korban tewas karena hanyut di sungai, tenggelam di laut serta embung. Ia pun merinci ada 16 kejadian orang tenggelam di sungai. Lalu, terdapat delapan kejadian orang tenggelam di perairan laut lepas serta lima kejadian orang tenggelam di embung. “Dan paling banyak ditemukan (korbannya) itu ya di sungai,” ujarnya.

Tim Basarnas bersiap menyusuri sungai untuk mencari bocah 2 tahun yang hanyut di Kalialang pada akhir Desember 2015. Foto: metrosemarang.com/dok
Tim Basarnas bersiap menyusuri sungai untuk mencari bocah 2 tahun yang hanyut di Kalialang pada akhir Desember 2015. Foto: metrosemarang.com/dok

Dia menambahkan, tingginya kecelakaan di sungai tak lepas dari musim penghujan yang turun di awal tahun ini. Curah hujan yang tinggi membuat debit air di banyak sungai di Jawa Tengah meningkat. Bahkan, lanjutnya, air sungai meluap mencapai 1 meter lebih bila hujan turun dengan derasnya.

Secara keseluruhan, petugasnya selama Januari-awal Maret telah melakukan operasi penyelamatan sebanyak 47 kali. “Kami telah menangani 47 kejadian musibah baik itu kecelakaan air, bencana tanah longsor, kebakaran, maupun yang lainnya” sambungnya.

Hujan deras juga membuat seorang bocah asal Solo hanyut saat bermain dengan teman sebayanya di selokan. Selokan yang hanya sedalam 50 centimeter tiba-tiba debit airnya meninggi dan membuat si anak hanyut hingga ke muara Bengawan Solo yang ada di Tuban Jawa Timur.

Beragam hal yang menyebabkan tingginya kecelakaan di air, seperti terpeleset, tak bisa berenang bahkan hingga selfie-pun bisa menjadi penyebabnya. Baru-baru ini Basarnas Kantor SAR Semarang telah menggelar operasi SAR terhadap para remaja yang hanyut saat selfie atau berfoto diri di Sungai Tinjomoyo.

Enam remaja, tiga diantaranya selamat dan tiga lagi tewas saat mereka hanyut kala asyik ber-selfie di tengah Sungai Tinjomoyo tersebut. Ia mengimbau kepada warga Jateng agar mewaspadai hujan deras yang mengguyur hingga saat ini. Bila cuaca mendung, alangkah baiknya aktivitas di sungai dikurangi. (far)

You might also like

Comments are closed.