Curahan Hati Penghuni Lapas Bulu saat Peringati Hari Perempuan

METROSEMARANG.COM – Peringatan Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) berlangsung cukup meriah di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Wanita Bulu Semarang, Selasa (8/3). Ratusan warga binaan yang memamerkan karya lukis kain berukuran 30×30 centimeter yang dirajut dengan benang sulam.

Beragam pola gambar dipajang memanjang di samping aula lapas di Jalan MGR Soegijapranata No 59 tersebut. Ada yang menggambar bunga, simbol hati, atau hanya berupa kata-kata harapan yang mereka ungkapkan dengan rajutan benang. Di bawah lukisan tersebut, ditempelkan kertas bundar yang menjelaskan filosofi mengapa lukisan tersebut dibuat sedemikian rupa.

Lukisan kain sulam karya warga binaan Lapas Wanita Semarang. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Lukisan kain sulam karya warga binaan Lapas Wanita Semarang. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Salah satu pelukis bernama Daimah yang menggambarkan sebuah botol dan sebuah alat hisap. Sekilas, orang akan menafsirkan bahwa itu adalah perangkat alat hisap narkoba. Ia menuliskan pesan penyebab ia harus pindah ke Lapas Wanita Bulu gara-gara benda tersebut.

“Hanya dengan sebuah benda yang sepele, hancurlah semua harapan dan masa depan. Tetapi masih tetap optimis untuk menyongsong masa depan,” kata Daimah yang secara singkat bercerita tentang lukisan yang ia pemerkan.

Menjalani hidup di Lapas Wanita Bulu juga menimbulkan rindu yang mendalam bagi orang  tersayang. Hal tersebut diungkapkan Linhua. Ia menggambar sebuah kotak yang di tengahnya dituliskan huruf kapital HR. Tak dijelaskan siapa yang ia sebut dalam lukisan. “Walaupun aku nan jauh di sini, tetap namamu ada di hatiku,” terang Linhua.

Warga binaan Lapas Wanita Semarang mengikuti peringatan Hari Perempuan Internasional, Selasa (8/3). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Warga binaan Lapas Wanita Semarang mengikuti peringatan Hari Perempuan Internasional, Selasa (8/3). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Warga binaan Lapas Wanita Bulu juga punya harapan yang sama, yakni kebebasan menghirup udara segar. Hal itu diungkapkan Ferra Karlina Dewi yang berharap kepastian kepada pemerintah. “Tolong kami dalam ketidakpastian pemerintah. Kami ingin pulang,” tandasnya. (din)

You might also like

Comments are closed.