Dana Habis, Warga Miskin Semarang yang Ingin Bantuan Hukum dari Pemkot Harus Gigit Jari

Ilustrasi
Ilustrasi

 

METROSEMARANG.COM – Anggaran bantuan hukum di Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk warga miskin sudah habis. Dana yang tersedia sudah tersedot untuk 127 warga miskin yang bermasalah dengan hukum.

Kabag Hukum Setda Kota Semarang Abdul Haris mengatakan, tahun ini warga miskin yang terkena kasus hukum sudah mencapai 127 orang dengan anggaran yang disediakan hanya Rp 381 juta. Dalam realisasi anggaran tersebut setiap warga miskin mendapat anggaran hanya Rp 3 juta per orang.

“Bantuan tersebut berdasarkan Perda Kota Semarang nomor 4 tahun 2008 tentang bantuan hukum orang miskin. Perda tersebut di tindak lanjuti dengan peraturan walikota no 10 tahun2010 tentang fasilitas bantuan hukum bagi warga miskin Kota Semarang,” ungkapnya, Rabu (7/10).

Haris menambahkan, dari yang meminta bantuan hukum Pemkot Semarang ada sebanyak 60 persen dari warga miskin yang terkena tindak pidana pencurian. Sedangkan 40 persen terkena kasus penganiayaan, narkoba dan perceraian.

Ke depannya, jika Bagian Hukum mengajukan anggaran kembali, bantuan itu nantinya hanya kita berikan satu kali seumur hidup kepada warga miskin yang membutuhkan. Selain itu, advokat yang mendampingi juga harus memiliki badan hukum atau lembaga.

Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada warga Kota Semarang yang membutuhkan bantuan dana tersebut. Namun demikian, warga kurang merespon lantaran lebih tertutup diduga malu yang bersangkutan terkena kasus hukum. (ade)

You might also like

Comments are closed.