Dari Balado Cumi Manado Hingga Ayam Kalasan Sambal Ganja

Festival Makanan Pedazz

Ide itu sebetulnya berlawanan dengan khasanah kuliner Semarang yang tidak terlalu dekat dengan rasa pedas

MEMASUKI akhir tahun 2018, Komunitas Kuliner Semarang kembali menggelar ajang pesta makanan pedas di pelataran Pasaraya Sri Ratu, Jalan Pemuda, Semarang. Ini merupakan kali ketiga acara bertajuk “Festival Makanan Pedazz” itu digelar. Acara ini pertama digelar pada 2016 silam.

kuliner semarang
Festival Pedazz di pelataran Pasaraya Sri Ratu Semarang, ditargetkan sedot 10 ribu pengunjung. (foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

Sekurangnya ada 60 masakan pedas yang dihadirkan dalam festival ini. Koordinator Komunitas Kuliner Semarang, Firdaus Adinegoro menyebut jenisnya. Dari menu khas Jawa hingga mancanegara, maupun kombinasi di antaranya.

Yang tak ketinggalan adalah sambal. “Sebab sambal merupakan salah satu jenis bumbu masakan khas yang ada di Indonesia. Tujuh puluh persen makanan yang ada di sini mengandung unsur pedas,” kata Firdaus, Rabu, 28 November 2018.

Menu-menu pedas ini digunakan penyelenggara festival untuk menampilkan keragaman, juga sisi lain masakan warisan Nusantara. Ide itu sebetulnya berlawanan dengan khasanah kuliner Semarang yang tidak terlalu dekat dengan rasa pedas.

Justru di situlah titik yang digunakan Firdaus dan kawan-kawannya untuk menunjukkan ragam rasa di luar kekhasan rasa Semarangan. Tentu saja, menu yang dihadirkan tetap harus bisa menggoyang lidah para pecandu rasa.

“Semarang tidak punya identitas pedas. Maka saya ingin menambah varian rasa dalam kuliner, yang belum ada selama ini. Rasa pedas yang sebetulnya khas masakan Asia sendiri sudah diadopsi oleh negara-negara barat. Di sini (festival), kami sajikan semua masakan yang diolah dari berbagai macam cabai,” cetusnya.

Dari puluhan masakan pedas yang disuguhkan, terdapat menu-menu bercitarasa unik. Mulai balado cumi manado, ayam kalasan bumbu sambal ganja, ragam sambal-sambal campuran cumi, sambal paru gongso hingga sambal tongkol.

Festival Makanan Pedazz dihelat mulai 27 November sampai 2 Desember. Sejak dibuka kemarin, jumlah pengunjungnya sudah menembus 1.000 orang. “Kita targetkan minimal puluhan ribu pengunjung selama enam hari,” tandasnya. (*)

Artikel ini telah diterbitkan oleh metrojateng.com

 

You might also like

Leave A Reply