Dari Pilkada ke Pilkada (1): Pilwakot 2005, Sukma ‘Rampok’ Semarang

Sukawi Sutarip yang menggandeng Mahfudz Ali unggul mutlak di Pilwakot 2005. Foto: metrosemarang.com/dok
Sukawi Sutarip yang menggandeng Mahfudz Ali unggul mutlak di Pilwakot 2005. Foto: metrosemarang.com/dok

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan Kota Semarang bersama 20 kabupaten/kota di Jawa Tengah menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada Desember 2015. Menuju pesta demokrasi kota ini, metrosemarang.com mencoba merangkum perjalanan Pilkada langsung di Kota Semarang sejak pertama digelar pada 2005 hingga 2010.

Judul “Dari Pilkada ke Pilkada” terinspirasi dari buku Dari Penjara ke Penjara karya Tan Malaka. Tulisan dibagi dalam empat bagian yang membahas dari Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) tahun 2005, Pilwalkot 2010, dan pembahasan khusus tentang calon perseorangan, hingga lengsernya Soemarmo.

Tulisan pertama ini menggambarkan kemenangan mutlak pasangan Sukawi Sutarip-Mahfudz Ali (Sukma) di Pilwakot 2005.

PEMILIHAN Wali Kota Semarang (Pilwalkot) 2005 digelar pada 26 Juni. Untuk kali pertama, warga Kota Semarang memilih pemimpin daerahnya secara langsung.

Sebelumnya, wali kota dipilih oleh DPRD Kota Semarang. Pada pemilihan tahun 2000, Sukawi Sutarip, yang berpasangan dengan Muchatif Adisubrata (Sekda Kota Semarang saat itu), meraih dukungan 22 suara dari 45 anggota DPRD Semarang untuk menjadi wali kota 2000-2005. Pasangan itu menyingkirkan Sutjipto (Pemimpin Redaksi Wawasan) yang mendapat restu Megawati Soekarnoputri.

Pada Pilwalkot 2005 ada empat pasangan calon yang bersaing. Yakni nomor urut satu Sukawi Sutarip dan Mahfudz Ali (Sukma) yang diusung koalisi PAN, PKB dan PPP. Nomor urut dua Soediro Atmo Prawiro dan Ahmad Musyafir (Partai Demokrat). Nomor urut tiga Soendoro dan R Yuwanto (PDI Perjuangan). Nomor urut empat Bambang Raya Saputra dan Siti Chomsiyati Soetrisno Soeharto (Partai Golkar dan Partai Damai Sejahtera)

Keempatnya memperebutkan 999.693 suara pemilih Semarang. Rinciannya 485.250 pemilih laki-laki dan 514.443 pemilih perempuan.

Namun pada coblosan yang berlangsung pada Senin yang cerah itu, hanya 664.897 pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) atau sekitar 66,51%. Sisanya, sebanyak 334.796 atau 33,49% tidak nyoblos alias golput.

Meminjam istilah Beby Romeo ketika jadi juri X Factor Indonesia, pasangan Sukma benar-benar telah “merampok” hati warga Semarang. Betapa tidak, perhitungan suara menghasilkan keunggulan hingga 70,38% untuk Sukawi-Mahfudz. Persisnya, Sukma meraup 468.003 suara.

Di posisi kedua adalah Soediro-Musyafir dengan 94.126 suara. Diikuti Bambang Raya-Siti Chomsiyati 46.474 suara, dan Soendoro-R Yuwanto 22.605 suara.

Kemenangan Sukma sebetulnya sudah diprediksi. Tapi raihan suara hingga 70 persen tetap dianggap fenomenal. Meski koalisi pengusung Sukma PAN, PKB, PPP total mendapat 12 kursi pada Pemilu 2004, tetap kalah kelas dibandingkan PDIP (12 kursi) dan koalisi Golkar-PDS (9 kursi). Golkar adalah pemenang pemilu 2004 secara nasional, PDIP runner up, sedangkan Partai Demokrat sedang naik daun. Jangan lupakan juga fakta bahwa Siti Chomsiyati pasangan Bambang Raya adalah istri mantan Wali Kota Semarang Soetrisno Soeharto.

Tapi penentu Pilkada adalah figur. Dan sosok Sukawi Sutarip cukup mantab di hati warga Semarang. Selama lima tahun memimpin 2000-2005, pengusaha kelahiran Pati itu mematri simpati warga dengan beberapa program unggulan.

Diantaranya jalan sehat. Ya, di awal periode kepemimpinannya, program jalan sehat tingkat kecamatan itu dianggap tidak “populer” di kalangan pejabat Pemkot. Namun setelah berjalan beberapa bulan keluhan itu hilang, seiring dengan sambutan masyarakat yang cukup antusias.

Jangkauan jalan sehat pun diperluas, setelah di tingkat kecamatan selesai, Sukawi menajamkan ke tingkat kelurahan. Setahun menjelang jabatannya habis, 177 kelurahan telah dilahap lewat jalan sehat yang digelar hampir setiap pagi itu. Saking fenomenalnya, program jalan sehat itu masuk catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). (Anton Sudibyo)

You might also like

Comments are closed.