Dari Pilkada ke Pilkada (2): Drama Pencopotan Sekda Antar Marhen Telikung Manis

Pasangan Soemarmo-Hendrar Prihadi unggul tipis atas Mahfudz Ali-Anis saat bertarung di Pilwakot 2010. Foto: metrosemarang.com/dok kpu semarang
Pasangan Soemarmo-Hendrar Prihadi unggul tipis atas Mahfudz Ali-Anis saat bertarung di Pilwakot 2010. Foto: metrosemarang.com/dok kpu semarang

PEMILIHAN Wali Kota (Pilwalkot) 2010 berlangsung pada Minggu, 18 April 2010. Lima pasangan calon bertarung pada pemilihan secara langsung kedua di Kota Semarang ini.

Lima pasangan berdasarkan nomor urut yang ditetapkan KPU Kota Semarang yakni Mahfudz Ali – Anis Nugroho (Manis) yang diusung Partai Demokrat, Harini Krisniati – Ari Purbono (P Gerindra, PKS), Bambang Raya – Kristanto (P Golkar, PDS, dan gabungan partai nonparlemen), M Farchan  – Dasih Ardiyantari (PPP, PAN, PKB), dan Soemarmo – Hendrar Prihadi (Marhen) diusung PDIP.

Hingar bingar Pilwalkot nampak lebih terasa kali ini. Kentalnya aroma persaingan tersaji lewat perang alat peraga, iklan di media cetak, bahkan televisi.

Rivalitas utama mengarah pada pasangan Manis dan Marhen. Persaingan bahkan sudah tercium sejak setahun sebelumnya.  Penyebabnya tak lain adalah pencopotan Soemarmo dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda).

Tidak ada pernyataan resmi dari Wali Kota Sukawi Sutarip tentang alasan pencopotan yang terkesan mendadak itu. Beredar selentingan, bahwa Sukawi tidak suka dengan Soemarmo yang sering meninggalkan tugasnya sebagai Sekda. Soemarmo diketahui banyak melakukan kunjungan ke kelurahan-kelurahan dalam rangka sosialisasi menuju pencalonan wali kota 2010.

Penggantian itu justru diketahui melalui Surat Keputusan Wali Kota No 821.2/165, tertanggal 30 Juli 2009, yang ditujukan kepada Kepala Dinsospora Kota Semarang, Harini Krisniati. Dalam surat itu Harini ditunjuk menggantikan Soemarmo sebagai Plt Sekda.

Acara penggantian berlangsung cepat dan tertutup di lantai 8 Gedung Moch Ichsan. Saat acara berlangsung, Soemarmo sedang menunggu anaknya, Meliya Anindyaguna Rosyidah (15) yang terbaring sakit di RS Telogorejo.

Siapa sangka, drama pencopotan Sekda itu justru melahirkan berkah. Soemarmo berhasil memanfaatkan media untuk membelokkan tudingan negatif menjadi sentimen positif. Media mencitrakannya sebagai orang yang dikuya-kuya sehingga pantas dibela. Akhir kepemimpinan Sukawi yang  diberitakan terlibat beberapa kasus korupsi menjadi alasan penguat untuk tidak memilih incumbent atau partai yang diketuai Sukawi.

Patut diketahui, Sukawi adalah Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah. Faktor ini ikut melemahkan Manis yang diusung Demokrat. Apalagi ketika Soemarmo dicopot, Mahfudz Ali berdiri di depan sebagai bumper yang membenarkan pencopotan itu. Pasangan Manis yang unggul di beberapa survei sebelum pemungutan suara, akhirnya ditelikung Marhen dengan margin tipis.

Hasil lengkap perolehan suara menurut rapat pleno terbuka KPU Kota Semarang pada 23 April 2010 sebagai berikut. Marhen mendapat 211.323 suara (34,28%), Manis 191.427 (31,05%), Harini-Ari 58.394 (9,47%), Bambang-Kristanto 103.482 (16,79%), dan Farchan-Dasih 51.854 (8,41%).

Adapun partisipasi pemilih pada Pilwalkot 2010 ini tercatat menurun dibanding 2005. Dari jumlah pemilih 1.100.337 orang, hanya 660.851 (60,06%) yang menggunakan hak pilihnya. Suara sah tercatat 616.480 dan tidak sah 44371. (Anton Sudibyo)

You might also like

Comments are closed.