David Kurniawan: Ingin Perbanyak Kampung Safety Riding

David Kurniawan Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
David Kurniawan
Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

MEMBERI edukasi keselamatan berkendara menjadi salah satu tugas David Kurniawan sebagai Promotion PT Astra Honda Motor di Eks Karesidenan Semarang. Berbagai program yang dia rancang bersama timnya, kini mulai membuahkan hasil. Salah satunya adalah menciptakan Kampung Safety Riding.

Pria kelahiran Solo 29 tahun lalu itu mengaku program edukasi keselamatan berkendara sudah dicanangkan sejak tahun 2011 di RW 10 Kampung Medoho Kelurahan Pandean Lamper, Gayamsari, Semarang. Dan Oktober lalu, kampung tersebut dijuluki sebagai Kampung Safety Riding.

“Sebagai produsen kami tak ingin cuma jualan. Karena yang diproduksi itu motor, jadi harus bekerjasama dengan kepolisian untuk mengurangi angka kecelakaan,” ungkapnya saat ditemui metrosemarang.com di kantornya Jalan Gajah Mada No. 88 Semarang, Kamis (15/1).

Melalui program tersebut, pihaknya secara kontinyu terus memberi arahan terkait keselamatan berkendara dalam setiap kegiatan yang melibatkan warga. Menurut dia, keberhasilan itu juga tidak lepas dari kemauan warga sendiri dan atas bantuan dari pihak kepolisian setempat.

Tak cukup Kampung Medoho, ke depan juga akan dirancang program serupa di kampung-kampung yang lain. Rencananya, pada 25 Januari mendatang bakal ada acara peresmian Kampung Safety Riding. Peresmian tersebut juga akan ditandai dengan peletakan batu pertama sebagai tanda Kota Semarang menjadi cikal bakal terlahirnya Kampung Safety Riding di Indonesia.

“Untuk melengkapi slogan ‘Honda Motore Wong Jawa Tengah’, ke depannya kami ingin menciptakan Kampung Safety Riding baru, dimulai dari 45 kampung yang ada di Kelurahan Pandean Lamper,” tambahnya.

Berkat keuletan David bersama satu timnya, PT. Astra Honda Motor Semarang meraih juara I se-Indonesia sebagai promosi terbaik tahun 2013 dan 2014. Selain itu, PT. Astra Honda Motor Semarang merupakan showroom terbesar se-Asia dan sebagai Honda Sales Operation (HSO) tertinggi di Indonesia.

“Kami terbiasa membuat acara dengan waktu super mepet. Sebetulnya semua sudah terkonsep matang, cuma terkadang ada kendala di perizinan dan pengisi acara. Dari situ kami belajar dan sekarang menjadi terbiasa,” imbuhnya. (ans)

 

 

You might also like

Comments are closed.