DBD Intai Warga Semarang, Kepala Dinkes Justru Menentang Fogging

Pemberantasan sarang nyamuk melalui fogging dinilai tidak efektif. Foto: metrosemarang.com/dok
Pemberantasan sarang nyamuk melalui fogging dinilai tidak efektif. Foto: metrosemarang.com/dok

METROSEMARANG.COM – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Widoyono menyatakan, sebaiknya petugas kesehatan di lapangan menghentikan aksi penyemprotan fogging saat membersihkan bibit nyamuk aides aegypty di rumah-rumah warga.

Ia rupa-rupanya tak menyukai cara-cara tersebut, karena justru membuat nyamuk pembawa virus demam berdarah dengue (DBD), semakin kebal. Di samping itu ongkos fogging juga cukup mahal. “Stop fogging sekarang juga! Karena itu sama sekali tak efektif,” tegas Widoyono, Sabtu (16/1).

Ia mengatakan, alasannya itu bisa diperkuat dari hasil penelitian pihaknya yang menemukan jentik nyamuk di bak mandi malah berkembang biak usai asap fogging disemprotkan. “Bukannya lenyap tapi justru membuatnya kebal dan berkembang lebih cepat,” ujar Widoyono.

Saat ini, Widoyono menyarankan kepada warganya, agar meningkatkan kebersihan di rumah masing-masing dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Upayanya, bisa dengan rutin menguras tempat penampungan air, membersihkan ilalang dan genangan air di sekitar rumah serta mulailah merubah pola hidup jadi sehat dan berimbang.

“Bagi para ibu, kami sarankan agar jangan terlalu lama menumpuk pakaian-pakaian yang kotor di cucian maupun menggantungkan baju di hangar. Ini penting karena di situlah nyamuk aides aegypty biasanya bermunculan,” sambungnya.

Ia menambahkan, satu lagi yang patut dicermati yaitu kebiasaan orangtua yang suka mengoleskan lotion anti-gigitan nyamuk berlebihan di tubuh anaknya, sebenarnya juga tidak membuat situasi jadi lebih baik. Pemberian lotion berlebihan malah mengakibatkan tubuh mudah dihinggapi nyamuk lantaran kulit jadi lembab.

“Kami juga ingatkan kepada anak sekolah supaya membiasakan diri memakai celana panjang biar terlindungi dari gigitan nyamuk,” ucapnya. (far)

You might also like

Comments are closed.