DBD Renggut 25 Nyawa di Semarang

Ilustrasi
Ilustrasi

METROSEMARANG.COM – Dinas Kesehatan Kota Semarang menemukan 25 orang meninggal dunia akibat terjangkit virus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama periode Januari-Desember 2015 kemarin. Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Widoyono mengatakan, korban meninggal dunia akibat virus DBD tersebar di 16 kecamatan.

“Makanya kita ingatkan warga agar jangan ada jentik di rumah,” kata Widoyono, kepada metrosemarang.com, Kamis (7/1).

Ia menyatakan selama tahun kemarin telah menemukan 1.729 kasus penyebaran DBD di 16 kecamatan. Jumlah ini naik 101 kasus dibandingkan 2014 kemarin yang masih sekitar 1.628 kasus. “Tapi jumlah warga yang meninggal turun dari 27 orang di tahun 2014 jadi 25 orang selama tahun kemarin,” ujar Widoyono.

Meski temuan ini dianggap menurun dari tahun sebelumnya, namun pihak dinas tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran demam berdarah di wilayahnya.

Saat ini, Widoyono mengingatkan kepada warga Semarang agar mewaspadai wabah demam berdarah karena sudah memasuki musim penghujan dengan intensitas curah hujan yang relatif tinggi. Ia memperkirakan puncak musim hujan di Semarang kemungkinan terjadi mulai awal Maret-April nanti.

Daerah-daerah yang patut diwaspadai yakni di Kecamatan Tembalang, Ngaliyan dan Banyumanik. Ini karena tiga kecamatan itu lantaran perkembangan jumlah penduduknya cukup pesat. “Di Tembalang penduduknya saja mencapai 1.793 jiwa,” sambungnya.

Faktor lainnya, kata Widoyono, dipicu perubahan cuaca yang begitu cepat serta letak rumah warga yang berdekatan dengan genangan air. Parahnya lagi, perilaku masyarakat untuk melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) cukup rendah. “Orang-orang sekarang malas menguras bak mandi dan tempat penampungan air lainnya yang jadi sarang nyamuk,” katanya. (far)

You might also like

Comments are closed.