DED Beres, Pasar Peterongan Segera Dilelang

Proyek Pasar Peterongan yang sempat berpolemik, akhirnya bakal segera dimulai. Foto: metrosemarang.com/dok
Proyek Pasar Peterongan yang sempat berpolemik, akhirnya bakal segera dimulai. Foto: metrosemarang.com/dok

METROSEMARANG.COM – Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko mengemukakan, pembangunan Pasar Peterongan akan segera diupayakan pada tahap lelang. Hal ini mengingat Detail Engineering Design (DED) pasar tersebut sudah selesai disiapkan.

“Pasar Peterongon DED sudah selesai, sudah siap, kemudian kita upayakan lelang,” kata Trijoto Sardjoko kepada wartawan usai mengikuti acara penyerahan bantuan kepada korban kebakaran Pasar Yaik di Masjid Agung Kauman, Rabu (2/3).

Untuk bentuk bangunan pasar, pihaknya mengaku tak akan mengubah sedikitpun. Sehingga, pembangunan yang baru akan dilaksanakan dipastikan meniru bentuk pasar seperti wujud semula. “Bentuk bangunannya adalah bentuk koservasi penuh, sesuai dengan surat edaran dari kementerian,” sambungnya.

Dia menambahkan, bangunan yang lama akan dihilangkan kemudian dibangun kembali seperti sedia kala. Artinya, tidak ada perubahan bentuk. “Karena itu konservasi, kita bongkar dihilangkan, kemudian kita munculkan kembali,” tandasnya.

Pembangunan Pasar Peterongan diperkirakan memakan biaya hingga Rp 15 miliar. Biaya tersebut mengalami kenaikan dari perkiraan awal yakni Rp 12 miliar. “Sekitar Rp 15 miliar. Anggaran kita Rp 30 miliar, tetapi yang kita pergunakan sekitar separuhnya mungkin,” katanya.

Pasar Peterongan akan dibangun ulang dengan jumlah kios sekitar 500. Jumlah tersebut untuk menampung para pedagang yang sudah lama berjualan di sana.

Trijoto menyampaikan, berdasarkan data Dinas Pasar, jumlah pedagang untuk saat ini sekitar 380 pedagang. Pedagang yang akan masuk adalah pedagang yang semula berasal dari dalam pasar. Kecuali, pedagang yang berada di ruko depan pasar akan ikut dimasukkan dan ditata.

“Pedagang yang di depannya kita masukkan, kita tata tapi, nanti kita tempatkan ada bangunan baru sifatnya kontekstual, berada di samping atau sebelah kanannya Pasar Peterongan,” tandasnya.

Pembangunan Pasar Peterongan sempat menuai polemik, terkait keberadaan bangunan cagar budaya di dalam pasar tersebut. Akibatnya, rencana pembangunan beberapa kali mengalami penundaan. (din)

You might also like

Comments are closed.