Demi Imlek, Lim Siu Lie Berburu Pernak-pernik ke Semarang

Lim Siu Lie dan suaminya ingin memberi nuansa baru pada perayaan Imlek tahun ini. Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Lim Siu Lie dan suaminya ingin memberi nuansa baru pada perayaan Imlek tahun ini. Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

SEMARANG – Sudah menjadi tradisi bagi Lim Siu Lie untuk menyambut Imlek dengan perayaan spesial. Bagi Siu Lie dan warga keturunan Tionghoa, Imlek merupakan acara istimewa yang harus dirayakan dengan meriah.

Tak ingin perayaan yang sederhana, bersama Sugiri,  suaminya, wanita asal Temanggung ini menyempatkan diri berburu pernak-pernik kebutuhan Imlek sampai Semarang. “Di Temanggung untuk aksesoris Imlek sangat terbatas, sehingga harus ke Semarang,” katanya saat ditemui di toko Apple Collection di kawasan Ruko Wot Gandul Dalam, Pecinan.

Tahun ini, Siu Lie memberi nuansa berbeda bagi semua keturunan Tionghoa di daerah asalnya. Maklum, dia termasuk penghias salah satu kelenteng di Temanggung. Beberapa aksesoris pun sudah ia borong, seperti amplop angpao, mercon, dan pita untuk ia rangkai menjadi hiasan.

Selain itu, wanita 50 tahun ini juga berencana akan membeli kebutuhan hidangan dalam perayaan Imlek yang akan jatuh pada Kamis (19/2) mendatang di pasar-pasar Semarang. “Lebih komplit dan sambil jalan-jalan,” tambahnya.

Bahkan, untuk memberi kesan berbeda pada perayaan Imlek tahun ini, Siu Lie juga berencana akan mencari pernak-pernik hingga ke Yogyakarta. “Harapannya di Tahun Baru Imlek ini tidak  ada perbedaan antar agama, damai di bumi, dan sejahtera,” tandasnya. (ans)

You might also like

Comments are closed.