Demo Harkitnas, Mahasiswa dan Wartawan Nyaris Bentrok di Jalan Pahlawan

Keributan peserta demo Harkitnas dengan pewarta di Jalan Pahlawan, Rabu (20/5). Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Keributan peserta demo Harkitnas dengan pewarta di Jalan Pahlawan, Rabu (20/5). Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Kericuhan sempat terjadi dalam unjuk rasa yang dilakukan sejumlah aliansi mahasiswa di Jalan Pahlawan, Rabu (20/5). Dalam aksi tersebut, salah seorang pendemo dituding melecehkan wartawan yang sedang melakukan peliputan hingga terjadi keributan.

Kericuhan yang melibatkan massa dari mahasiswa BEM Fakultas Hukum Unissula dengan sejumlah wartawan terjadi ketika salah seorang peserta demo yang diketahui bernama Ari, membentak dan mencaci maki wartawan yang sedang melakukan tugas peliputan.

“Wartawan ojo dobol (wartawan jangan bohong),” teriak Ari di depan sejumlah wartawan sambil menenteng spanduk bertuliskan ‘Perbaiki Atau Turun’.

Sontak, teriakan bernada provokasi itu menimbulkan reaksi keras dari belasan wartawan yang ada di lokasi unjuk rasa. Dengan didampingi petugas kepolisian, Ari pun dituntut untuk meminta maaf kepada sejumlah wartawan. Namun, saat Ari akan dibawa menuju ketempat yang lebih tenang, sejumlah rekan Ari yang salah paham justru menyerbu dan berusaha menarik Ari kembali ke unjuk rasa.

Aksi dorong-mendorong pun tak terelakan antara sejumlah wartawan dan  mahasiswa Unissula. “Dia itu mencemooh, sama aja melecehkan profesi kami,” kata salah seorang wartawan di lokasi unjuk rasa.

Beruntung, keributan kecil tersebut belum sempat berujung pada aksi anarkis lantaran langsung dilerai oleh puluhan petugas kepolisian. Entah motif apa yang membuat Ari nekat  melontarkan kalimat tersebut. Dia tidak ingin pengunjuk rasa dari kubunya dinilai ikut membakar ban dan melakukan pemblokiran jalan.

Setelah insiden tersebut, demonstran dari BEM Fakultas Hukum Unissula tidak melanjutkan menyuarakan aspirasinya, sementara massa dari HMI dan GPI terus berunjuk rasa di bundaran Jalan Pahlawan. (yas)

 

 

You might also like

Comments are closed.