Demo Kemerdekaan Papua di Semarang, Sejumlah Mahasiswa Ditangkap Polisi

METROSEMARANG.COM – Lembaga Bantuan Hukum Semarang mengendus adanya pengekangan kebebasan berekspresi tepat saat sejumlah mahasiswa menggelar aksi demonstrasi memperingati Hari Aneksasi Papua di Lapangan Simpang Lima pagi tadi Senin (2/5). Upaya-upaya pengekangan semula dilakukan oleh Polrestabes Kota Semarang tatkala membubarkan paksa aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di bundaran videotron Jalan Pahlawan.

Lapiyo perwakilan dari LBH Semarang dalam keterangan resminya mengatakan, mahasiswa Papua saat itu sedang merayakan peringatan 1 Mei sebagai hari Aneksasi Papua. Aneksasi inilah yang menurut mereka menyengsarakan masyarakat asli Papua hingga saat ini.

Ilustrasi
Ilustrasi

Belum sempat aksi dimulai, namun mahasiswa diminta membubarkan diri karena mengenakan ikat kepala bermotif bintang kejora (tanpa membawa bendera bintang kejora). “Tapi AMP menolak untuk membubarkan diri karena kebebasan untuk berekspresi serta menyampaikan pendapat di muka umum telah dijamin oleh konstitusi dan undang-undang,” katanya.

Namun pihak kepolisian tetap bersikeras bahwa aksi ini tidak dapat dilanjutkan. Lalu tak lama kemudian, massa AMP digelandang ke Mapolrestabes Semarang. Padahal, AMP telah mengajukan surat pemberitahuan aksi pada Sabtu (30/4)

Surat pemberitahuan tersebut telah diterima oleh polisi. Meski begitu, pada Minggu (1/5), perwakilan mahasiswa Papua dipanggil Kasat Intelkam Polrestabes Semarang untuk memberitahukan bahwa aksi tidak dapat dilakukan karena AMP diduga akan mengibarkan bendera bintang kejora dan merupakan aksi makar.

AMP, katanya, sebenarnya tidak menyatakan demikian. Saat AMP meminta kepolisian untuk menunjukkan aturan yang membatasi aksi mereka, kepolisian tidak bisa menunjukkan dan alasannya hanyalah “perintah atasan”.

Dengan demikian, semakin tampak bahwa kepolisian lebih mengedepankan asumsi dan tidak berpatokan pada jaminan kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat sebagaimana yang dijamin oleh ketentuan hukum.

“Untuk itu kami mengundang kawan kawan media datang ke LBH Semarang karena kami akan menyampaikan detail penangkapan mahasiswa Papua pagi tadi. Ada lima orang yang kami hadirkan nanti sekitar pukul 14.00 WIB,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.