Demo Rupiah Melemah, Mahasiswa Bakar Ban di Jalan Pahlawan

Unjuk rasa di Jalan Pahlawan, Senin (14/9), sebagai protes ketidakmampuan pemerintah mengatasi melemahnya rupiah. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Unjuk rasa di Jalan Pahlawan, Senin (14/9), sebagai protes ketidakmampuan pemerintah mengatasi melemahnya rupiah. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

METROSEMARANG.COM – Pembakaran dua ban bekas mewarnai aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa dari Gerakan Pemuda Islam di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah, Senin (14/9) siang. Dalam orasinya, puluhan mahasiswa tersebut menuntut Presiden Joko Widodo melakukan penstabilan nilai tukar rupiah yang terus melemah.

“Indikasi riil dari goyahnya ketidakstabilan ekonomi adalah nilai tukar rupiah yeng melemah hingga Rp 14.300 per dolar. Ini mengakibatkan kehidupan masyarakat kian jauh dari sejahtera,” teriak perwakilan mahasiswa GPI Jawa Tengah, Nur Madi.

Menurut dia, merosotnya nilai rupiah terhadap dolar telah mengakibatkan komoditas pangan mengalami kenaikan harga. Selain itu, ancaman PHK besar-besaran juga bisa terjadi setiap saat.

“Berdasarkan data dari BPS, melemahnya rupiah mengakibatkan harga komoditas pangan seperti cabai, ayam, dan daging naik. Tak hanya itu, 26.506 karyawan terkena PHK per 25 Agustus 2015, dan utang luar negeri pada akhir Mei 2015 tercatat 302 miliar dolar,” urainya.

Meski melakukan pembakaran ban, unjuk rasa tersebut berlangsung dengan tertib. Api yang membakar ban tersebut langsung dipadamkan oleh seorang pertugas keamanan menggunakan alat pemadam api ringan. (yas)

You might also like

Comments are closed.