Denmark Kucurkan Rp 30 M untuk Proyek Listrik Tenaga Sampah di Semarang

METROSEMARANG.COM – Kerajaan Denmark rupa-rupanya kian serius menginvestasikan dana hibah untuk membangun jaringan energi listrik terbarukan di Semarang. Energi terbarukan yang akan beroperasi di Semarang itu nantinya menggunakan bahan baku gas methan dari sampah.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang, Ulfi mengatakan keseriusan pemerintah kerajaan Denmark untuk membangun pembangkit listrik gas methan telah disampaikan kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

“Mereka minta dua zona aktif sampah di TPA Jatibarang untuk diolah menjadi energi listrik dari gas methan,” ujar Ulfi, Kamis (17/3).

TPA Jatibarang Foto: metrosemarang.com/dok
TPA Jatibarang
Foto: metrosemarang.com/dok

Ia menjelaskan Denmark bersedia mengucurkan dana hibahnya untuk menginvestasikan sarana dan prasarana proyek listrik di Semarang. Untuk konsepnya, kata dia sudah dibahas bersama Presiden Jokowi di Jakarta pada tahun lalu dan tahun depan diharapkan bisa terealisasi.

Sedangkan Kepala UPTD TPA Jatibarang Semarang Agus Jun menyatakan penyusunan dokumen perencanaan proyek listrik tersebut saat ini sudah tuntas. Ia juga menegaskan bahwa di tahun 2016 pihaknya mulai melakukan lelang fisik proyek. “Agar tahun depan pembangkit listrik dari gas methan itu bisa beroperasi,” ungkap Agus.

Lantas, berapa banyak dana yang digelontorkan Denmark untuk merealisasikan proyek listrik di Semarang?

“Dari informasi Dubes Denmark yang ke sini tahun lalu diketahui ada dana hibah Rp 30 miliar untuk membangun proyek ini. Bahkan, kalau dananya kurang mereka siap menambah lagi,” bebernya.

Ia menjelaskan proyek listrik gas methan itu bakal dibangun diatas lahan seluas 8-10 hektar di areal zona 1 dan 2 TPA Jatibarang. “Ada tiga zona di Jatibarang tapi yang dipakai zona satu dan dua saja,” imbuhnya.

Proyek listrik ini nantinya bersumber dari gas methan. Gas methan lalu menggerakan turbin-turbin pembangkit yang dipasang di Jatibarang. Turbin listrik inilah yang berfungsi menghidupkan generator dan terkoneksi di SUTET terdekat milik PLN. “Nama programnya energi terbarukan dari sampah,” bebernya.

Ia menambahkan potensi listrik yang dihasilkan dari proyek ini bisa sampai 10 megawatt per hari. Bila dibutuhkan, maka proyek ini bisa bertahan lebih dari 5 tahun.

“Jika terwujud maka 240 warga di Kelurahan Kedungpane bisa teraliri listrik. Kalau kota besar tidak bisa karena sudah pakai AC,” imbuhnya.

Selain Semarang, Denmark juga menggelontorkan dana proyek serupa di Solo, Surabaya, Makassar, Jakarta, Tangerang dan Bandung. TPA Jatibarang sendiri kini menghasilkan sampah tiap hari 700-800 ton. (far)

 

 

You might also like

Comments are closed.