Di Depan Kader KAHMI, Mahfud MD Tekankan Pentingnya Memupus Radikalisme

METROSEMARANG.COM – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menekankan pentingnya memerangi gerakan radikalisme yang belakangan ini marak terjadi di Indonesia.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Menurutnya ajaran untuk mengubah sistem negara menjadi Islamiyah tidak dapat dibenarkan karena hal tersebut merupakan bentuk pemikiran radikal yang bertentangan dengan UU 45 dan Pancasila.

“Para pendiri bangsa kita yang terdahulu juga ada yang beragama Islam. Tetapi begitu disepakati terbentuk NKRI, maka apa yang mereka lakukan kemudian menyatu dalam konsep kenegaraan kita. Sehingga jika ada yang ingin mengubah negara Islamiyah, itu harus dilarang,” kata Mahfud saat menghadiri pelantikan kader Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Wisma Perdamaian, Sabtu (29/7).

Mahfud mengatakan bila mengacu pada penelitian ilmiah yang dilakukan Ketua Muhammadiyah Haidar Natsir, gerakan radikal Islam di Indonesia terbagi tiga.

Ia menyebut terdapat gerakan yang ingin mendirikan negara Islam dengan mengganti ideologi Pancasila. “Ini yang dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Mereka jelas dalam kegiatannya selalu menyusupi ide-ide mengganti Pancasila,” katanya.

Tak hanya itu saja, katanya. Saat ini juga muncul gerakan yang ingin memberlakukan hukum Islam secara resmi tapi tidak mengganti ideologi Pancasila. Gerakan ini diwakili oleh Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).

Yang terakhir, paparnya juga ada gerakan radikal yang ingin mendirikan hukum Islam di daerah melalui penerbitan Peraturan Daerah Syariah. Gerakan ini bernama Komite Persiapan Pemberlakuan Syariat Islam (KPPSI) yang ada di Sulawesi Selatan.

“Diluar itu masih ada banyak lagi. Katanya ada delapan, tapi saya tidak tahu,” terangnya. (far)

You might also like

Comments are closed.