Deposito Rp 22 M Raib, Pemkot Tuding BTPN Lakukan Pembiaran

Kuasa Hukum Pemkot Semarang, John Richard memberikan keterangan kepada wartawan terkait raibnya kasda Rp 22 miliar. Foto: metrosemrang.com/ade lukmono
Kuasa Hukum Pemkot Semarang, John Richard memberikan keterangan kepada wartawan terkait raibnya kasda Rp 22 miliar. Foto: metrosemrang.com/ade lukmono

SEMARANG – Kasus hilangnya Deposito Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tak henti-hentinya bergulir. Namun bagi pihak Pemkot, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN)  selaku bank malah terkesan lepas tangan atas kasus ini.

“Perjanjian penyimpanan deposito di BTPN adalah bentuk kerjasama dua instansi, yakni Pemkot dan BTPN. Namun selama ini BTPN terkesan tidak bertanggungjawab,” kata kuasa hukum Pemkot, John Richard.

Selain itu, BTPN sebagai lembaga seharusnya curiga ketika beberapa kali Pemkot dinilai tidak melakukan setoran. “Namun di sana terjadi pembiaran. Padahal formatnya kerjasama,” kata John heran.

Dia menambahkan, kasus ini terkesan hanya fokus ke perorangan. Dia menginginkan BTPN sebagai lembaga turut bertanggungjawab menyelesaikan perkara ini. Seharusnya bank tahu seluk-beluk Diah Ayu K, pegawai yang ditugaskan untuk sirkulasi dana antara Pemkot dan BTPN.

“Dulu ketika Diah Ayu keluar sebagai pegawai BTPN, Pemkot tidak diberi tahu secara resmi. Padahal Diah Ayu merupakan posisi penting sebagai perantara,” imbuhnya.

Pemkot Semarang resmi mengajukan gugatan terhadap BTPN di Pengadilan Negeri Semarang pada 9 Maret lalu. Pendaftaran gugatan tersebut  terdaftar dalam nomor perkara 101/Pdt.G/2015. Pemkot mengklaim sudah memiliki cukup bukti kecurangan sistematis yang dilakukan pihak BTPN sehingga menyebabkan uang kasda yang disimpan sejak tahun 2007 itu raib. (ade)

You might also like

Comments are closed.