Derai Air Mata Iringi Pemakaman KH Syamsul Ma’arif

Ribuan warga mengantar jenazah KH Syamsul Ma'arif ke tempat peristirahatan terakhir, Rabu (24/2) siang. Foto: metrojateng.com
Ribuan warga mengantar jenazah KH Syamsul Ma’arif ke tempat peristirahatan terakhir, Rabu (24/2) siang. Foto: metrojateng.com

METROSEMARANG.COM – Derai air mata mengiringi pemakaman salah satu tokoh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kendal, KH Syamsul Ma’arif, Rabu (24/2) siang. Sejumlah pejabat juga terlihat di antara ribuan pelayat yang mengantar jenazah anggota DPRD Provinsi Jateng itu ke peristirahatan terakhir di kompleks pemakaman Bukit Jabal Mubarok, Desa Kutoharjo.

KH Syamsul Ma’arif meninggal pada Selasa (23/2) malam sekira pukul 22.30 WIB di rumah Sakit Telogorejo Semarang, setelah sempat menjalani perawatan selama dua pekan. Kedatangan jenazah di rumah duka, kompleks Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Pungkuran, Kaliwungu disambut isak tangis para keluarga dan ratusan santri

Mereka pun tak henti-henti mendoakan sang kiai dengan membacakan ayat suci Alquran. Jenazah disalatkan di Masjid Agung Kaliwungu Al-Muttaqin dan diantar ke peristirahatan terakhir oleh ribuan warga dan santri.

“Almarhum dikenal sebagai kiai yang merakyat, karena tidak pilah-pilih kepada kelompok pengajian tertentu. Jadi kapanpun dan siapapun, saat almarhum diundang untuk mengisi pengajian pasti selalu datang,” kata Umar Faruq warga Kaliwungu.

Anggota DPR RI, Mujib Rohmat mengungkapkan, sahabatnya itu dikenal dua sisi. Yakni kiai yang berjuang secara kultural dan anggota DPRD yang berjuang di struktural pemerintahan. “Saya melihat alrmarhum sangat piawai, jadi aspirasi yang dia dapat dari kultural ia sampaikan dan perjuangkan secara struktural,” tandasnya.

Di antara ribuan pelayan  nampak Bupati Kendal Mirna Annisa dan wakilnya Masrur Masykur. Selain itu pimpinan DPRD Kendal dan sejumlah anggota DPRD Jateng juga ikut melepas kiai karismatik tersebut. (metrojateng.com/MJ-01)

You might also like

Comments are closed.