Desak Audit Bonbin Mangkang, ‘Orangutan’ Temui Hendi

METROSEMARANG.COM – Dua orangutan berwarna cokelat dan lutung berwarna hitam dan merah mendatangi Balai Kota Semarang, Rabu (16/3). Mereka membawa sebuah papan berwarna kuning bertuliskan “Stop jual beli satwa di kebun binatang”.

Kempat ‘hewan primata’ ini merupakan anggota Centre for Orangutan Protection (COP), yang ingin menyampaikan aspirasi kepada Wali Kota Semarang untuk melakukan audit terhadap Kebun Binatang (Bonbin) Mangkang.

Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Koordinator of Anti Wildlife Crime COP Daniek Hendarto mengungkapkan, tertangkapnya salah satu oknum pegawai Bonbin Mangkang Semarang yang terbukti melakukan transaksi pembelian seekor beruang madu untuk melengkapi salah satu kebun binatang. Oknum tersebut, lanjut Daniek, sempat melakukan pembelian satwa burung julung emas dengan pedagang yang sama.

“Untuk itu COP meminta kepada Wali Kota Semarang untuk melakukan audit Kebun Binatang Mangkang Semarang terkait temuan ini untuk menghindari jual beli satwa yang melibatkan kebun binatang,” kata Daniek Hendarto.

Daniek melanjutkan, menurut Peraturan Menteri (Permen) Kehutanan RI No No:p.31/Menhut-II/2012 membeli satwa liar dilindungi dari perdagangan ilegal adalah perbuatan melawan hukum dan berakibat hukuman yang berat. Sedangkan dalam UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya, ancaman hukuman bagi pelaku perdagangan satwa liar dilindungi adalah 5 tahun penjara dan denda 100.000.000

“COP meninta kepada Wali Kota Semarang untuk menjatuhkan sanksi berat kepada pegawai yang terbukti terlibat dalam perdagangan satwa,” tandasnya. (din)

You might also like

Comments are closed.