Dewan Beri Rapor Merah Dinas Pasar

Proyek Pasar Peterongan yang saat ini masih berpolemik. Foto: metrosemarang.com/dok
Proyek Pasar Peterongan yang saat ini masih berpolemik. Foto: metrosemarang.com/dok

 

METROSEMARANG.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menyayangkan sikap Dinas Pasar kota Semarang yang lamban dalam proses pengusulan pembangunan Pasar Peterongan. Diketahui pembangunan Peterongan sempat terhenti lantaran terbentur status cagar budaya di pasar tersebut.

“Surat sudah turun dengan anggaran Rp 30 miliar untuk pembangunan Pasar Peterongan. Diharapkan dinas terkait segera menyusun DED dan pelaksanaannya dilaksanakan di tahun 2016,” kata Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, Kamis (12/11).

Supriyadi meminta agar Pemkot melihat nasib para pedagang yang resah dengan sikap Pemkot yang bertele-tele soal pembangunan kembali pasar yang terlanjur sudah di lakukan pembongkaran bangunan.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD kota Semarang Ari Purbono menuturkan, salah satu yang memiliki rapor merah dalam segi penyerapan anggaran adalah Dinas Pasar Kota Semarang. Dia mencontohkan Pasar Bulu yang molor hingga 3 tahun anggaran.

“Pasar Klitikan di Penggaron yang jauh dari harapan progres pembangunannya, rencana relokasi pedagang Johar hingga inisiatif Dinas Pasar untuk kembali menganggarkan Pasar Peterongan,” paparnya.

Karena lambatnya progres Pasar Peterongan, Ari mengusulkan adanya Panitia Khusus (Pansus) untuk mengawal pekerjaan dari Pasar Peterongan jika Pemkot khawatir terkait penganggaran kembali rencana pembangunan pasar peterongan. (ade)

You might also like

Comments are closed.