Dewan Desak Revitalisasi Pasar yang Beralih Fungsi

 

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – DPRD Kota Semarang mendesak pemerintah setempat segera melakukan revitalisasi pasar tradisional yang kondisinya memprihatinkan. Banyak pasar yang tidak terurus dengan baik. Bahkan banyak juga yang sudah beralih fungsi menjadi tempat tinggal.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Mualim mengatakan, sesuai Rencana Pembanguna Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang, pemkot setiap tahunnya mempunyai kewajiban untuk melakukan revitalisasi dua pasar tradisional. Dari 44 pasar tradisional yang ada di kota ini, baru sekitar 10 pasar yang telah, sedang, dan baru akan direvitalisasi.

‘’Sedangkan pasar-pasar lainnya yang belum tersentuh revitalisasi kondisinya memprihatinkan. Seakan tidak terurus dengan baik. Bahkan ada yang digunakan menjadi tempat tinggal,’’ katanya.

Di antara pasar yang kondisinya memprihatinkan tersebut, seperti Pasar Supriyadi, Pasar Tanah Mas, Pasar Manyaran, Pasar Srondol Kulon, Pasar Kokrosono (lantai atas), Pasar Inpres (belakang Pasar Peterongan), dan masih banyak lagi.

Menurut legislator dari Fraksi Gerindra itu, banyak pedagang yang sudah meninggalkan pasar tersebut, bahkan sebagian pedagang menempati kios sebagai tempat tinggal. Kondisi fisik pasar juga tidak kalah memprihatinkan, seperti atap jebol, kios reot, kumuh dan tak layak ditempati pedagang. ‘’Kondisinya sudah bertahun-tahun tidak tersentuh pemerintah kota,’’ tegasnya.

Sedangkan dari data Dinas Pasar, pasar-pasar yang masuk dalam program revitalisasi hingga tahun 2015 nanti adalah, Pasar Sutikanto, Pasar Rasamala (proses), Pasar Rejomulyo (proses), Pasar Klitikan (proses), dan Pasar Peterongan (akan dilakukan).

Sementara pasar yang sudah tersentuh kegiatan revitalisasi antara lain, Pasar Sampangan, Pasar Penggaron, Pasar Bulu, dan Pasar Jrakah. (MS-13)

You might also like

Comments are closed.