Dewan Ingatkan UNBK SMP Harus Bebas dari Masalah

METROSEMARANG.COM – Kejadian soal tidak dapat didownload dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA diminta menjadi pelajaran Dinas Pendidikan Kota Semarang. Diharapkan kejadian seperti itu tidak terjadi dalam pelaksanaan UNBK tingkat SMP yang akan digelar mulai 2 Mei mendatang.

Ilustrasi. Siswa SMP 10 tengah mengikuti simulasi UNBK di Lab Komputer SMK 8, Selasa (28/2). DPRD meminta pelaksanaan UNBK SMP harus bebas masalah. Foto: metrosemarang.com/dok

”Pengalaman UNBK SMA soal tidak bisa didownload, kemudian listrik mati, dan masih ada seperti SMA Negeri 4 yang ujiannya nginduk atau di sekolah lain. Kami harap untuk SMP tidak terjadi hal seperti ini,” kata Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, Kamis (13/4).

Untuk UNBK SMA penyelenggaranya adalah Pemerintah Provinsi Jateng. Namun untuk SMP yaitu Pemkot Semarang, karena itu ia meminta panitia UNBK supaya mengecek ke sekolah-sekolah antisipasi kejadian seperti itu.

”Karena sistemnya nanti panitia di sekolah download soal dari panitia pusat secara online. Hasil download baru secara LAN dikirim ke masing-masing komputer yang ada di depan siswa,” terangnya.

Satu-satunya wakil rakyat di Kota Semarang yang bergelar doktor ini meminta, jangan sampai  kalau soal sudah ada di panitia sekolah kemudian masuk ke komputer siswa atau di jaringan lokalnya terjadi gangguan.

”Kalau SMA kemarin masalahnya di pusat tidak bisa di download dan ada juga LAN atau jaringan lokalnya yang terganggu,” ujarnya.

Ia meminta hal itu harus diantisipasi oleh Dinas Pendidikan, yaitu harus dicek LANnya dan dipastikan aman untuk pelaksanaan ujian. Selain itu, ia menambahkan juga harus koordinasi dengan PLN supaya ada jaminan pada jam-jam pelaksanaan ujian tidak ada pemadaman.

Ditegaskan, hasil ujian SMP ini lebih penting dibandingkan SMA. Karena hasil ujian SMP digunakan mendaftar ke jenjang pendidikan tingkat SMA. Sedangkan hasil ujian SMA jika siswa mau masuk ke perguruan tinggi syaratnya tidak mutlak harus menggunakan hasil ujian nasional.

”Yang harus diwaspadai SMP, makanya kita cek dan koordinasi terus dengan Dinas Pendidikan supaya persiapan dan pelaksanaan UNBk terus dipantau sehingga tidak ada masalah. Kalau dari sisi fasilitas dan potensi kebocoran soal, saya yakin dengan model UNBK ini lebih aman,” tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.