Dewan Ingin Proyek Kolam Retensi Tetap Berlanjut

Proyek Kolam Retensi Muktiharjo Kidul terancam mangkrak. Foto: metrosemarang.com/dok
Proyek Kolam Retensi Muktiharjo Kidul terancam mangkrak. Foto: metrosemarang.com/dok

SEMARANG – Ditunjuknya Ayu Entys sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PSDA-ESDM Kota Semarang diharapkan mampu melanjutkan pekerjaan rumah yang masih menumpuk di dinas tersebut, termasuk proyek Kolam Retensi Muktiharjo dan Kolam Kemijen.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono mengatakan, proyek tersebut sudah menelan biaya yang cukup mahal. Sehingga jika tidak dilanjutkan karena kekosongan penanggungjawab, maka akan lebih merugikan pemerintah.

“Proses lelang pembelian alat-alat pompa penyedot air untuk kolam Kemijen sudah berjalan. Kalau yang satu mandek, yang lain juga akan ikut terganggu,” kata dia, Senin (31/8).

Dewan mendorong agar pembangunan kolam tersebut bisa berjalan dan tidak menyalahi aturan maupun Perda. Selain itu pembangunan diharapkan segera berjalan agar fungsi kolam untuk menangkal rob dan banjir di daerah tersebut.

Proyek Kolam Retensi Muktiharjo masih menjadi sorotan, setelah penyidik Kejati Jateng mencium aroma korupsi dalam proyek senilai Rp 33 miliar tersebut. Sejauh ini sudah ada enam orang tersangka dan lima di antaranya telah dijebloskan ke tahanan.

Pembangunan kolam retensi ini memang kontroversial. Beragam persoalan muncul sejak penandatangan kontrak pekerjaan pembangunan kostruksi kolam retensi Muktiharjo Kidul dilakukan pada 18 Agutus 2014. Salah satunya adalah dugaan pelanggaran Perda No14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Semarang tahun 2011-2031. Lahan yang digunakan dinilai tidak sesuai dengan peruntukannya.

Proyek senilai  Rp 33,722 miliar yang didanai APBD 2014 ini dilaksanakan di bekas lahan bengkok yang berada di wilayah RW 13 Kelurahan Muktiharjo Kidul seluas 5 hektare. Lahan tersebut berupa tambak ikan yang saat ini dikelola oleh warga. Luas tanah bengkok keseluruhan sebenarnya 8 hektare. Namun selebihnya telah ditempati warga dengan status hak milik. (ade)

You might also like

Comments are closed.