Dewan Minta PKL Barito Pahami Program Pemerintah

METROSEMARANG.COM – Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Agus Riyanto Slamet meminta Pedagang Kaki Lima (PKL) Barito memahami program pemerintah dalam penanganan Sungai Banjir Kanal Timur (BKT).

Petugas membongkar bangunan kios PKL Barito di Rejosari dan Sawah Besar, Rabu (21/2). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Dia meminta pedagang dapat segera pindah ke tempat relokasi yang telah disediakan, sedangkan Pemerintah Kota Semarang juga segera memperbaiki kekurangan di tempat relokasi Pasar Klithikan Penggaron.

Permintaan itu disampaikan Agus Riyanto Slamet terkait dengan proses pembongkaran PKL Barito di wilayah Kelurahan Rejosari, Rabu (21/2), yang kembali tertunda. Hal itu setelah pedagang memprotes tindakan tegas Dinas Perdagangan yang membongkar paksa lapak PKL karena sudah melewati tenggang waktu yang diberikan.

Bahkan dalam pembongkaran paksa ini Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, sempat beradu mulut dengan pedagang yang tidak terima lapaknya dibongkar.

‘’Kami memahami sikap pedagang yang menolak pembongkaran lapaknya, namun demikian pedagang juga harus memahami program pemerintah, karena relokasi PKL ini merupakan bagian dari upaya membenahi Sungai Banjir Kanal Timur yang setiap kali hujan deras turun selalu meluap,’’ katanya.

Untuk itulah, Agus Riyanto berharap agar pedagang dapat segera pindah ke tempat relokasi yang telah disediakan di Pasar Klithikan Penggaron. Sedangkan Pemerintah Kota juga harus segera menangani apa yang dikeluhkan pedagang di pasar klitikan.

Dia menambahkan, pemerintah dan DPRD Kota Semarang di tahun 2018 ini juga sudah menganggarkan dana sebesar Rp5 milliar untuk penyempurnaan Pasar Klithikan Penggaron atau Pasar Barito Baru. (duh)

You might also like

Comments are closed.