Dewan Pertanyakan Dimajukannya Jangka Waktu Pembayaran Tagihan PDAM

 

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Recana Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang menerapkan tarif khusus pada pelanggan yang menggunakan air untuk kepentingan bisnis dipertanyakan anggota dewan. Selain itu perusahaan penyedia air bersih itu juga berencana memajukan jangka waktu pembayaran tagihan.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Mualim mengungkapkan, dalam Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 25/2014 yang merupakan perpanjangan Perwal lama, PDAM menyatakan tidak berencana menaikan tarif bagi pelanggan. Namun akan menerapkan tarif khusus bagi pelanggan yang menggunakan air bersih untuk kepentingan bisnis, seperti laundry dan indekos.

Hal itu menurutnya, dapat menimbulkan permasalahan, karena pemilik bisnis laundry dan indekos yang akan dikenai perubahan tarif tak bisa disamakan. Ada yang kalangan pengusaha kecil yang hanya membuka bisnis skala kecil.

‘’Sekarang misalnya, ada pengusaha kos yang hanya punya lima kamar. Masa disamakan dengan pengusaha kos yang punya 30-100 kamar, bahkan lebih. Pengusaha laundry juga tidak semuanya berskala besar,’’ katanya Rabu (22/102014)

Politikus Gerindra itu juga mempertanyakan adanya perubahan jangka waktu pembayaran tagihan PDAM. Dari sebelumnya mulai tanggal 1-25 setiap bulan, menjadi tanggal 1-20 setia bulan atau maju lima hari.

‘’Penginnya PDAM kan biar seragam. Jadi, bayar listrik, telepon, sekalian air PDAM. Tetapi, kondisi keuangan setiap pelanggan berbeda. Kalau pembayaran diseragamkan waktunya, kan berat,’’ katanya.

Mualim mengatakan, kondisi masyarakat Semarang tidak semuanya ekonomi menengah ke atas. Semisal buruh pabrik dan pedagang kaki lima yang kemampuan ekonominya tentu tidak bisa disamakan.

‘’Ada yang memang baru mampunya membayar setelah tanggal 20 setiap bulannya. Jadi, setelah membayar listrik, telepon, baru air. Kalau diseragamkan waktunya apa tidak membuat pelanggan keberatan?,’’ katanya. (MS-13)

You might also like

Comments are closed.