Dewan Soroti Ketiadaan Marka dan Rambu di Koridor 6

METROSEMARANG.COM – DPRD Kota Semarang menyoroti terjadinya kecelakan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang koridor 6 rute Undip-Unnes yang belum lama diluncurkan. Sepanjang rute tersebut seharusnya sudah dipasang marka jalan.

Jalan Pawiyatan Luhur yang menjadi rute BRT Koridor 6 belum dilengkapi marka dan rambu yang memadai. Foto: metrosemarang.com/dok

‘’Kelihatan sangat lemah karena belum ada marka jalan dan rambu-rambu lalu lintas yang seharusnya jadi perhatian utama. Marka dan rambu akan membantu siapapun baik pengemudi BRT mau pengemudi lain yang lewat rute tersebut,’’ kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono, Senin (3/4).

Kecelakaan armada BRT koridor 6 yang terjadi di Jalan Pawiyatan Luhur dekat Kampus Unika pada Minggu (2/4), juga memunculkan pertanyaan soal validitas uji kendaraan. Kemampuan kendaraan pada titik-titik kritis seperti turunan dan tanjakan tajam.

Selain itu, kemampuan sopir membawa kendaraan di medan yang memang tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding rute di koridor-koridor lainnya. Tidak cukup hanya bisa mengemudi tapi juga harus berpengalaman di medan seperti tersebut.

Pengalaman sangat penting karena ini menyangkut nyawa atau keselamatan penumpang. “Kalau sudah ada studi sebelum peluncuran 3 syarat tadi yaitu kelaikan kendaraan, kahlian dari sopir, dan penyediaan rambu dan marka semestinya dilakukan. Kalau itu  dilengkapi insyaAllah aman,’’ kata Agung BM.

Wakil rakyat dari Fraksi PKS ini menambahkan, kalau ada rambu dan marka ia yakin kejadian kecelakaan bisa diantisipasi. Misalnya ketika terjadi persimpangan kendaraan lain harus memprioritaskan BRT.

‘’Sehingga rambu dan marka juga akan memberi perhatian kepada pengguna kendaraan lainnya seperti sepeda motor atau kendaraan pribadi yang lewat di rute koridor 6,’’ katanya.

Ia menegaskan, di Jalan Pawiyatan Luhur belum ada rambu-rambu, minimal rambu hati-hati bagi pengguna kendaraan. Mestinya sudah ada rambu, marka, atau alat yang lainnya semisal lampu flashing. ‘’Ini harus jadi konsen pemerintah untuk memperhatikannya,’’ tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.