Dhonny ‘Gondrong’ Promosikan Semarang lewat Stand Up Comedy

Dhonny Fajar Saputra Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Dhonny Fajar Saputra
Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

STAND Up Comedy belakangan menjadi acara favorit di beberapa stasiun televisi swasta. Di Kota Semarang, Stand Up Comedy sendiri sudah berkiprah lebih dari empat tahun dan mengukirkan berbagai prestasi di level regional dan nasional. Hal ini tak lepas dari peran seorang koordinator, admin, manager atau siapapun yang membuat komunitas menjadi hidup dan konsisten.

Dhonny Fajar Saputra, atau pria yang akrab disapa Gondrong ini terus memberikan dorongan kepada comic-comic muda di Komunitas Stand Up Comedy Kota Semarang (SUCKS) agar mampu menjadi comic profesional. Yang dia lakukan selama empat tahun terakhir adalah membuat nama Kota Semarang di dunia Stand Up Comedy diakui daerah-daerah lain.

Berikut ini wawancara metrosemarang.com dengan Dhonny Fajar Saputra:

 

Bagaimana awal mula Komunitas Stand Up Comedy berdiri di Kota Semarang?

Awalnya saya memang sudah suka genre komedi ini dari dunia maya. Kemudian ada gerakan dari anak-anak muda yang ada di Jakarta seperti Pandji Pragiwaksono dan Raditya Dika dan mendorong adanya komunitas Stand Up Comedy di tiap-tiap kota di Indonesia. Di situ saya tertantang dan kemudian mendirikan komunitas ini yang sudah berusia lebih dari empat tahun ini.

Apa yang membuat Stand Up Comedy berbeda dengan genre komedi lain?

Sebenarnya hampir sama, yaitu bertujuan mendatangkan tawa. Namun di stand up comedy tidak hanya itu. Pelaku stand up comedy (comic) bisa lebih bebas mengeluarkan apa yang ingin dia suarakan, bisa berupa kritik terhadap keadaan sosial maupun pemerintahan.

Apa yang membuat komunitas SUCKS menjadi besar seperti sekarang?

Comic yang terdaftar sebagai anggota SUCKS sebenarnya sangat banyak di kisaran 50 comic. Saya hanya bertindak sebagai koordinator. Keputusan semua bergantung pada kesepakatan bersama. Kami juga lebih mendorong anggota SUCKS yang berpotensi untuk maju dan mewakili nama Semarang di kancah nasional.

Bagaimana capaian SUCKS di kancah nasional saat ini?

Stand Up Comedy sekarang bukan hanya sebagai kesenian, namun juga bisa bersifat industri. Jika dalam berkesenian, comic-comic SUCKS sudah sangat bisa berbicara banyak di luar Semarang. Namun harus diakui pula, untuk industri di level nasional, SUCKS masih hanya sampai permukaan, belum mencapai puncak.

Apa kesulitan hingga comic-comic SUCKS menembus dunia industri di level nasional?

Kebanyakan comic yang kami punya adalah mahasiswa dan pekerja. Mereka masih menjadikan stand up comedy sebagai sambilan, bukan pekerjaan utama. Berbeda dengan comic-comic di luar sana, ada beberapa yang rela meninggalkan kuliah maupun pekerjaannya untuk terjun penuh menggeluti dunia stand up comedy sebagai profesi.

Event Stand up comedy level nasional apa yang sudah dicicipi comic-comic SUCKS?

Ada banyak. Kompetisi tingkat regional dan nasional sering diikuti comic SUCKS. Saya sebagai koordinator tentunya mendorong anggota untuk ikut dalam kompetisi-kompetisi tersebut, di antaranya Street Comedy, Liga Komunitas Stand Up Kompas TV, Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) Kompas TV, Stand Up Comedy Academy (SUCA) Indosiar dan lain-lain.

Bagaimana cara Anda me-manage agar para comic-comic SUCKS tetap bisa mengembangkan dirinya?

Setiap Kamis malam kami mengadakan openmic (ajang uji materi langsung di depan audiens) di tempat yang berbeda-beda. Setiap Minggu malam kami mengadakan sharing terkait teknik, tips dan pernak-pernik mengenai Stand Up Comedy.

Harapan untuk SUCKS?

Harapan saya, comic-comic SUCKS yang sudah memiliki nama di Kota Semarang bisa menembus industri di level nasional. Sedangkan comic-comic lain diharapkan mempertajam dirinya untuk turut membesarkan dirinya sendiri. Jika dia sudah bisa membesarkan dirinya sendiri, otomatis nama komunitas dan nama Kota Semarang akan terangkan pula. (ade lukmono)

BIO Dhonny Gondrong

Nama: Dhonny Fajar Saputra (Gondrong)

TTL: Pontianak, 4 Januari 1983

Jabatan: Admin Stand Up Comedy Kota Semarang (SUCKS)

You might also like

Comments are closed.