Diacungi Samurai, Dua Musisi Dilucuti Begal

METROSEMARANG.COM – Tim Elang Polrestabes Semarang rupanya tidak lagi menjadi momok menakutkan bagi para pelaku kejahatan jalanan atau begal. Sebab, para pelaku tersebut tetap saja melancarkan aksi dan leluasa memburu korbannya.

Ilustrasi. Komplotan begal yang diringkus Polrestabes Semarang, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok
Ilustrasi. Komplotan begal yang diringkus Polrestabes Semarang, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok

Tak memandang tempat dan waktu, bahkan mereka tak segan melukai korbannya. Seperti yang menimpa Denny Mardiansyah (31), warga Pucang Gading, Batursari, Mranggen dan Jonet Pambudi (25), warga Jalan Kanguru Selatan, Gayamsari, Minggu (8/5) sekitar pukul 04.00.

Beruntung dua musisi tersebut masih luput dari sabetan samurai dua begal yang datang berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat putih. Meski, sepeda motor Honda Blade H-4557-ZP milik Jonet serta tas berisi dua handphone berhasil dibawa kabur pelaku tersebut.

“Tiba-tiba datang dan langsung mengacungkan samurai. Saat itu kami sedang nongkrong di warung di sekitar kampus sastra (Fakultas Ilmu Budaya-red), Pleburan, Semarang Selatan,” ungkap Denny saat melapor ke Mapolrestabes Semarang, Senin (9/5).

Lalu, kedua begal tersebut langsung meminta paksa barang berharga milik korban sambil mengancam akan melukai kalau tidak menuruti permintaannya. Merasa nyawa terancam, korban dengan sangat terpaksa merelakan tindakan pelaku saat melucuti barang berharga milik mereka.

“Pasrah, motor dibawa kabur dan tas berisi dua handphone ikut diambil,” ujar Jonet. (MS-02)

You might also like

Comments are closed.