Diah Sulistiowati, Jualan Barang Bekas demi Wujudkan Pagelaran Tari

Diah Sulistiowati Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
Diah Sulistiowati
Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

UNIT Pelaksana Kegiatan (UPK) Tari Tradisional FISIP Undip cukup sukses dalam melangsungkan Pagelaran FISIP Menari 2015 pada Kamis (28/5). Beragam tari tradisonal yang diperagakan mampu mengundang antusias dan kekaguman ratusan penonton yang hadir, seperti Tari Saman, Tari Payung, Tari Langgeng Nyai, Tari Semarangan, dan Tari Rapai.

Meski mendapat banyak pujian, Diah Sulistiowati selaku Ketua UPK Tari Tradisional FISIP mengaku sempat mengalami kendala terkait pendanaan untuk menggelar kegiatan yang berlangsung di halaman FISIP Undip ini. Banyaknya dana yang dihabiskan hingga jutaan rupiah, mengharuskan Diah  mengajak semua anggota UPK Tari Tradisional FISIP untuk membuka lapak berjualan jajanan, baju bekas, sampai barang-barang bekas.

“Bukannya kami ingin memberatkan anggota yang harus ekstra mencari dana untuk kegiatan ini. Tapi, karena semua sudah sependapat  untuk membuat pagelaran tari, akhirnya semua sepakat untuk berjualan,” paparnya kepada metrosemarang.com.

Diah menambahkan, untuk sistem berjualan dirinya membagi dua lokasi, yakni di sekitar kampus FISIP untuk berjualan jajanan dan di Semarang bagian bawah untuk berjualan baju bekas dan barang bekas. Sementara, untuk jadwal berjualan ia sesuaikan dengan jadwal kuliah masing-masing anggotanya.

“Satu hari bisa 5-7 anggota yang jualan. Semua anggota juga menggalang iuran satu minggu sekali selama persiapan kegiatan ini. Dan alhamdulillah di pagelaran tari ini kami mendapat sponsor, jadi bisa membantu terkait dana,” tambahnya.

Selain pendanaan, kendala lain seperti konsep acara juga dirasakan. Dirinya bersama anggota UPK Tari Tradisional yang lainnya harus mencari sebanyak-banyaknya referensi pagelaran tari, baik di Semarang atau tingkat nasional. “Kita lebih banyak belajar dari acara Indonesia Menari, sangat bagus dan meriah,” tuturnya.

Oleh karena itu, meski ia menyadari pagelaran tari kali pertamanya ini kurang maksimal, namun diharapkan mampu menggugah minat generasi muda untuk terus melestarikan tari tradisional.

“Pihak kampus sangat mendukung kegiatan ini. Semoga apa yang sudah kami usahakan bisa bermanfaat untuk keberlangsungan tari tradisional yang saat ini semakin digerus tari modern,” pungkasnya. (ans)

You might also like

Comments are closed.