‘Dian Tidak Diperkosa Sebelum Dibunuh’

Jasad korban pembunuhan dievakuasi dari hutan Tinjomoyo. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Jasad korban pembunuhan dievakuasi dari hutan Tinjomoyo. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya


SEMARANG – Hasil otopsi terhadap jenazah Dian Dwi Puryani, korban pembunuhan di eks Bonbin Tinjomoyo Semarang, menunjukan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan seksual yang dialami korban sebelum meninggal.

Menurut Dokter Spesialis Forensik dan Medicolegal RSUP Kariadi Semarang, Gatot Suharto, tidak ada kekerasan seksual yang mengarah pada pemerkosaan sebelum akhirnya Dian meninggal dunia. “Tidak ada kekerasan seksual,” tuturnya saat dihubungi Rabu (12/11) sore.

Hasil pemeriksaan Gatot, Dian meninggal karena pendarahan di otak akibat hantaman benda tumpul. “Luka pukul sebabkan pendarahan di otak. Penyebab meninggal dunia diduga dalam keadaan kritis, mulut disumpal kain sehingga gagal nafas,” imbuhnya.

Menurutnya,  tidak ditemukan kekerasan dengan senjata tajam di tubuh korban. Hanya tiga tulang rusuk dada kiri patah. Menurutnya, jika dilihat dari kondisi jenazah dan lokasi yang sejuk, Dian meninggal sejak Selasa pagi.

Seperti diketahui, Dian Dwi Puryani tewas mengenaskan di area hutan Tinjomoyo Semarang pada Selasa(11/11) petang lalu. Ia ditemukan dalam kondisi tangan terikat di depan, mulut tersumpal celana dalam, dan juga leher dijerat tali BH, wajahnya juga penuh dengan luka memar. (Yas)

You might also like

Comments are closed.